Usai Divaksin Masih Bisa Tertular Covid-19, Ini yang Harus Dilakukan

Antara, Jurnalis · Jum'at 15 Januari 2021 03:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 15 481 2344688 usai-divaksin-masih-bisa-tertular-covid-19-ini-yang-harus-dilakukan-wefB5QGfoF.jpg Ilustrasi protokol kesehatan mencegah covid-19. (Foto: Drobotdean/Freepik)

DOKTER spesialis penyakit dalam konsultasi alergi imunologi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Iris Rengganis mengatakan vaksin covid-19 diberikan dua dosis dalam rentang waktu 14 hari. Antibodi baru terbentuk 14 hari setelah diberikan vaksin yang kedua.

Selama rentang waktu ini, seseorang yang sudah divaksin masih mungkin tertular infeksi dan jatuh sakit karena belum cukup waktu untuk vaksin memberikan perlindungan.

Baca juga: Tenang, Autoimun Tak Tingkatkan Risiko Kematian ketika Terinfeksi Covid-19 

Dokter Iris menyarankan para penerima vaksin tetap menjaga protokol kesehatan yakni memakai makser, mencuci tangan, dan menjaga jarak (3M).

"Saat ini masih pandemi, belum semua orang divaksin. Herd Immunity belum 70 persen dan vaksin tidak ada yang 100 persen perlindungannya. Jadi tetap jaga protokol kesehatan hingga pandemi berakhir," tegas dr Iris, seperti dinukil dari Antara, Jumat (15/1/2021).

Hal senada juga disarankan internis di University of Illinois School of Public Health Jay Bhatt dan dokter di Massachusetts Shazia Ahmed. Sebagaimana dikutip dari ABC News, mereka mengungkapkan bahwa protokol kesehatan menjadi alat utama mencegah infeksi dan penularan virus corona. Mengenakan masker wajah misalnya, bisa mengurangi risiko infeksi hingga 70 persen.

Sementara mendapatkan vaksin mengajarkan tubuh cara berhasil melawan virus tanpa harus benar-benar sakit, dan ini berbeda dengan protokol kesehatan yang mengurangi paparan virus.

Baca juga: Tak Sabar Gendong Anak, Atta Halilintar Ingin Menikah Tahun Ini 

Ahli epidemiologi di Boston University Eleanor Murray, seperti dikutip dari Vox, mengingatkan bahwa mendapatkan vaksin covid-19 bukan berarti seseorang bisa langsung kembali ke kehidupan sebelum pandemi.

Menurut dia, cara terbaik menetapkan ekspektasi yang realistis tahun 2021 ini dengan memikirkan tiga tahapan. Pertama, hal yang dapat dilakukan dengan aman setelah Anda dan teman dekat atau keluarga divaksinasi. Kedua, apa yang dapat Anda lakukan dengan aman setelah tercapai kekebalan kawanan di kota atau wilayah tinggal. Ketiga, hal yang Anda lakukan setelah kekebalan kawanan tercapai secara internasional.

Pada tahapan pertama, menghabiskan akhir pekan bersama teman-teman tanpa masker atau mempraktikkan jaga jarak sosial sepertinya akan baik-baik saja, namun dengan beberapa peringatan.

Ahli virologi yang berafiliasi dengan Georgetown University, Angela Rasmussen, mengingatkan vaksin tidak bekerja secara instan dan ada kemungkinan tidak bekerja dengan baik pada semua orang. Menurut dia, rencana liburan akhir pekan beramai-ramai tidak akan sepenuhnya aman.

Baca juga: Belum Percaya Vaksin Covid-19? Ini Pesan Ariel Noah untuk Anda 

Pada tahapan kedua, saat herd immunity atau kekebalan kelompok terjadi, orang-orang akan dapat dengan aman kembali mengunjungi lokasi publik seperti bioskop dan restoran.

Ilustrasi vaksin covid-19

Katakanlah 80 persen orang divaksinasi, maka terciptalah payung kekebalan. Kondisi ini akan mampu melindungi bahkan orang rentan yang belum divaksinasi.

Namun, ingatlah pada tahap ini bukanlah waktu untuk bepergian ke negara-negara yang belum mencapai kekebalan kelompok atau yang memiliki sedikit infrastruktur perawatan kesehatan.

Baca juga: Sama dengan Raffi Ahmad, Ariel Noah Usai Divaksin: Sejauh Ini Enggak Pegal 

Waktu yang dibutuhkan berbagai negara untuk mencapai kekebalan kelompok bergantung pada seberapa cepat orang-orang di negara itu dapat mengakses vaksin dan berapa bagian dari populasi mereka yang bersedia untuk mendapatkan suntikan. Ada kemungkinan kondisi ini terjadi pada tahun 2022 atau setelahnya.

Jadi saat ini untuk mengatasi pandemi covid-19 secara efektif, semua orang harus mengurangi paparan virus dengan menerapkan protokol kesehatan dan divaksin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini