Efikasi Vaksin Sinovac Berbeda di Tiap Negara, Ini Penjelasan Dokter

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 15 Januari 2021 16:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 15 481 2345104 efikasi-vaksin-sinovac-berbeda-di-tiap-negara-ini-penjelasan-dokter-CL8J4phPyG.jpg Ilustrasi vaksin covid-19. (Foto: Freepik)

PEMERINTAH Indonesia telah resmi memulai program vaksinasi covid-19 tahap pertama. Proses penyuntikan Vaksin Sinovac atau CoronaVac ini dilakukan setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA).

Dari hasil evaluasi, Vaksin Sinovac yang didatangkan pemerintah dinilai aman dan memiliki khasiat serta efikasi (penurunan persentase kejadian penyakit pada subjek yang divaksinasi) yang baik. Berdasarkan hasil uji klinis di Bandung, efikasi Vaksin Sinovac sebesar 65,3 persen.

Baca juga: Mengenal Efikasi, Hasil yang Didapat dari Uji Klinis Vaksin Covid-19 

Sementara berdasarkan hasil uji efikasi di Turki menunjukkan angka sebesar 91,25 persen dan di Brasil sebesar 78 persen. Hasil tersebut sudah sesuai dengan persyaratan World Health Organization (WHO) di mana nilai efikasi vaksin minimal 50 persen.

Meski demikian, laporan terbaru yang dilaporkan di Brasil terkait efikasi vaksin covid-19 buatan Sinovac Biotech asal China ini justru turun secara drastis. Pemerintah Brasil menyebut bahwa tingkat efikasi vaksin tersebut hanya 50,4 persen. Lantas, apa penyebab efikasi vaksin covid-19 di setiap negara bisa berbeda?

Baca juga: Dokter Relawan Covid-19 Jelaskan Tujuan Utama Vaksinasi 

Dokter Relawan Covid-19 Muhamad Fajri Adda'i mengatakan bahwa terdapat banyak faktor yang membuat nilai efikasi menjadi berbeda di setiap negara. Salah satunya adalah pengaruh genetik yang berasal dari ras setiap manusia.

"Kalau di Brasil, data terbarunya itu (efikasi) adalah 50,4 persen, bukan 78 persen. Itu sudah diralat. Sementara di Turki 91 persen, itu pun masih interim analisis. Kenapa bisa berbeda? Mungkin karena ada faktor genetik, bisa saja," terang dr Fajri saat diwawancarai MNC Portal beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut dr Fajri juga menjelaskan bahwa subjek penelitian turut memengaruhi perbedaan efikasi vaksin dari setiap negara. Selain itu, masih banyak faktor lain yang membuat hasil efikasi menjadi berbeda-beda.

"Faktor subjeknya, jadi komposisinya kita enggak tahu. Sebab di Brasil kan tenaga kesehatan juga dimasukkan, relawan, kemudian juga lansia. Kan kita tahu dari live report saja, belum tahu laporan resminya seperti apa dari jurnal," tuntasnya.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Dimulai, BPJS Kesehatan Klaim 13 Ribu Faskes Sudah Siap 

Ilustrasi vaksin covid-19.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini