Share

Pandemi Covid-19, Ini Cara Supaya Anak Tetap Aktif di Rumah

Antara, Jurnalis · Jum'at 15 Januari 2021 22:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 15 612 2345295 pandemi-covid-19-ini-cara-supaya-anak-tetap-aktif-di-rumah-umsqYIQ23S.jpg Ilustrasi anak-anak. (Foto: Jcomp/Freepik)

DI masa pandemi covid-19 semua orang diimbau menjalankan aktivitas di dalam rumah saja. Kondisi ini termasuk bagi anak-anak. Namun, orangtua harus berpikir keras mencari cara agar anaknya bisa tetap aktif di dalam rumah.

Terkait hal ini, dokter spesialis anak Noor Anggrainy memberi saran untuk anak-anak usia di bawah 1 tahun bisa diajak bermain di lantai yang sudah diberi alas dan durasi yang direkomendasikan adalah 30 menit.

Baca juga: Kunci Anak Ceria, Jaga Pola Makan hingga Olahraga TeraturĀ 

Coba lakukan sesi rutin tummy time di mana anak berbaring di atas perutnya selama beberapa waktu. Pastikan anak dalam keadaan terbangun dan selalu dalam pengawasan Anda.

"Bisa bacakan buku, atau bacakan cerita," kata dr Noor, seperti dikutip dari Antara, Jumat (15/1/2021).

Anak-anak. (Foto: Freepik)

Sebaiknya juga tidak menahan anak agar diam di satu waktu dalam durasi lebih dari 1 jam, seperti meletakkannya di kereta bayi atau digendong hingga 1 jam.

Hiburan lewat gawai jadi alternatif yang menggoda agar anak bisa anteng tanpa harus ke luar rumah, namun screen time untuk anak di bawah usia 1 tahun tidak direkomendasikan.

Baca juga: Viral Anak-Anak Selamatkan Elang Gundul dari Kail Pancing, Netizen BanggaĀ 

Untuk anak usia 1 samoai 3 tahun, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan batas maksimal screen time tidak boleh lewat dari 1 jam.

Anda dapat menggunakannya untuk melakukan panggilan video agar bisa terhubung dengan keluarga yang berjauhan di tengah pandemi covid-19.

"Jangan jadikan screen time, ini yang sering dilakukan, untuk menenangkan anak. Karena anaknya rewel jadi kita kasih saja begitu tablet atau TV. Itu tidak boleh," tutur dia.

Dia menambahkan, anak sebaiknya tidak diajak menonton tayangan saat makan atau 1 jam sebelum tidur. Sebab, anak harus konsentrasi ketika makan sehingga tidak boleh ada interaksi lain dari luar. Sementara screen time sebelum tidur dapat menyulitkan anak untuk tidur nyenyak.

"Orangtua harus jadi contoh. Ini yang paling penting libatkan anak dalam aktivitas rumah sehari-hari. Ini bisa menjadi aktivitas fisik dalam keadaan mungkin rumah yang tidak mumpuni untuk kegiatan anak yang suka lari-larian," jelasnya.

Baca juga: Benarkah Anak-Anak Lebih Rentan Tertular Covid-19? Ini Kata PenelitiĀ 

Batita direkomendasikan untuk aktif bergerak sekira 180 menit per hari. Anak-anak yang sudah bisa berjalan dan berlari dapat diajak bermain lempar bola, atau sekadar menggambar hingga bermain masak-masakan.

Anak usia 3 sampai 6 tahun yang sedang melewati masa prasekolah bisa beraktivitas lebih berat dibandingkan umur-umur sebelumnya, seperti naik sepeda. Manfaatkan ruang di dalam rumah, atau halaman di depan rumah.

Anak-anak. (Foto: Rawpixel/Freepik)

Bila tidak ada ruangan yang mumpuni untuk bermain sepeda, pengasuh bisa mengajak anak untuk bercocok tanam sebagai alternatif.

"Sekarang ada kan media hidroponik, kita bisa bercocok tanam, (ajak anak) bantu-bantu membersihkan rumah, nyapu-nyapu, ya jangan berharap itu akan bersih tapi ya setidaknya dia tahu bahwa dia ada kegiatan untuk aktif," paparnya.

Baca juga: Tidak dengan Tantrum, Ini 5 Cara Ajarkan Anak Utarakan Sikap Tak SetujuĀ 

Sementara anak usia sekolah dengan rentang umur 6 sampai 12 tahun sebaiknya diingatkan tidak terlalu terlena dengan gawai. Screen time yang direkomendasikan tidak lebih dari 90 menit. Dorong anak untuk menggunakan waktu luang dengan bergerak aktif, misalnya bermain lompat tali atau berolahraga.

Panduan serupa berlaku untuk anak usia remaja yakni 12 hingga 18 tahun. Durasi screen time yang direkomendasikan tidak lebih dari 2 jam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini