Wamenkes: Kekebalan Tubuh Terbentuk 2 Sampai 6 Minggu Usai Divaksin Kedua

Diana Rafikasari, Jurnalis · Minggu 17 Januari 2021 13:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 17 481 2345853 wamenkes-kekebalan-tubuh-terbentuk-2-sampai-6-minggu-usai-divaksin-kedua-JdiirxT7W8.jpg Ilustrasi vaksin covid-19. (Foto: Okezone)

PEMERINTAH Indonesia telah resmi memulai program pemberian vaksin covid-19. Langkah ini dilakukan untuk mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok guna menghentikan persebaran virus corona di Tanah Air.

Namun, orang-orang yang menerima vaksin covid-19 tidak langsung mengalami kekebalan tubuh. Kekebalan tubuh akan terbentuk 2 sampai 6 minggu usai penyuntikan kedua vaksin covid-19. Ya, setiap peserta vaksinasi akan dua kali disuntik vaksin covid-19.

Baca juga: Ini Website dan Nomor WA Resmi Registrasi Vaksinasi Covid-19, Jangan Keliru Ya 

Maka itu, masyarakat yang sudah divaksinasi harus tetap menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah berupa 3M yakni mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak.

"Penyuntikan ini tentu saja karena dilakukan secara bertahap, maka tidak akan mungkin mempunyai kekebalan sesaat. Yang paling penting adalah kekebalan akan tercipta 2 atau sampai 6 minggu pasca-penyuntikan kedua," ungkap Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono usai disuntik vaksin covid-19 bersama tenaga kesehatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) beberapa waktu lalu.

"Karena itu walau sudah disuntik, maka masyarakat dan tokoh publik tersebut serta tenaga medis tetap harus melaksanakan protokol kesehatan menjaga jarak, mencuci tangan, kemudian memakai masker, serta menjauhi kerumunan," jelasnya.

Baca juga: Wamenkes Ungkap Alasan Penyintas Covid-19 Belum Bisa Diberi Vaksin 

Ia melanjutkan, vaksinasi covid-19 sendiri akan dilakukan secara bertahap. Pada tahap pertama, pemerintah telah mengalokasikan vaksin covid-19 sebanyak 1,4 juta dosis di seluruh Indonesia.

"Kita dalam tahap pertama mengalokasikan 1,4 juta dosis untuk seluruh Indonesia, tetapi itu dilakukan secara bertahap. Hari ini dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia karena dokter yang menyuntik dan vaksinator yang menyuntik sudah dilatih merupakan dokter yang ahli di bidangnya," ucapnya.

Sementara Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Dokter Reisa Broto Asmoro mengingatkan masyarakat bahwa vaksin covid-19 bukan obat. Pasalnya sampai saat ini belum ditemukan obat khusus untuk menangani virus corona.

Vaksin covid-19, tambah dr Reisa, merupakan pencegahan untuk meningkatkan kekebalan tubuh pada penyakit yang disebabkan virus corona jenis baru.

Baca juga: Jangan Takut Vaksinasi, Ini 5 Kandungan Vaksin Covid-19 

"Namun diingat ya, vaksin ini sebenarnya bukan obat. Vaksin itu pencegahan. Jadi dia mendorong kekebalan spesifik atau khusus pada penyakit covid-19 ini karena sampai sekarang kita tahu belum ditemukan obat khusus untuk melawan covid-19," terang dr Reisa.

"Sekali lagi, perlindungan utama kita adalah disiplin 3M yakni memakai masker dengan baik dan benar, menjaga jarak atau menjauhi kerumunan, serta mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun," paparnya.

Baca juga: Bolehkah Ibu Hamil Disuntik Vaksin Covid-19? Ini Kata Peneliti 

Presiden Jokowi menjalani vaksinasi covid-19. (Foto: BPMI Setpres)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini