Mengenal Pneumonia, Penyakit yang Diderita Farida Pasha Sebelum Wafat karena Covid-19

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Minggu 17 Januari 2021 16:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 17 481 2345935 mengenal-pneumonia-penyakit-yang-diderita-farida-pasha-sebelum-wafat-karena-covid-19-bCvbn70sXi.jpg Artis senior Farida Pasha. (Foto: Instagram @ifyalyssa)

KABAR duka datang dari industri perfilman Tanah Air. Artis senior Farida Pasha meninggal dunia setelah dilaporkan berjuang melawan covid-19. Sebelum terinfeksi virus corona, pemeran Mak Lampir dalam film Misteri Gunung Merapi itu dikabarkan sempat mengalami vertigo dan asam lambung. Namun pada pemeriksaan selanjutnya, Farida Pasha didiagnosis mengalami pneumonia sebelum akhirnya dinyatakan positif covid-19.

Lantas apa itu pneumonia? Sebagaimana MNC Portal rangkum, Minggu (17/1/2021), pneumonia adalah adalah infeksi paru-paru yang memengaruhi kantung udara kecil yang dikenal sebagai alveoli, banyak menyerang lansia dengan cara penularan yang beragam.

Baca juga: Farida Pasha Pemeran Nenek Lampir Tutup Usia 

Dalam beberapa kasus, alveoli menjadi meradang akibat infeksi, yang membuat sulit bernapas dan membuat paru-paru berfungsi kurang efektif untuk mengoksigenasi darah kita.

Dalam kasus lain, alveoli menjadi terinfeksi dan terisi dengan cairan seperti nanah. Alveoli tidak dirancang untuk menampung cairan, melainkan untuk menahan udara.

Ilustrasi pneumonia

Kehadiran cairan apa pun di alveoli membuat paru-paru kita tidak bisa bekerja dengan kapasitas penuh. Hal ini yang kemudian membuat pneumonia sangat berbahaya dengan konsekuensi potensial yang serius.

Salah satu hal yang membuat pneumonia sangat sulit untuk dideteksi adalah karena tidak ada penyebab tunggal, dan tidak ada faktor risiko tunggal untuk penyakit ini.

Baca juga: Sebelum Meninggal, Farida Pasha Sempat Alami Vertigo dan Sakit Lambung 

Usia pun dianggap menjadi salah satu dari beberapa faktor risiko, itulah sebabnya orang lanjut usia yang berusia di atas 65 tahun dianggap berisiko khusus untuk jenis infeksi ini.

Orang muda, terutama bayi, juga berisiko tinggi terkena pneumonia, seperti halnya orang dewasa dengan penyakit paru-paru seperti COPD.

Pada lansia, faktor-faktor risiko ini semakin menjadi-jadi dan menimbulkan ancaman yang bahkan lebih besar. Selain itu, pada lansia penyakit pneumonia terbilang rawan karena infeksi cenderung jatuh pada ujung spektrum yang parah.

Meski faktor risiko dari penyakit ini terlalu luas, ada kekhasan yang bisa dilihat di lansia, yaitu mudahnya lansia mengalami flu.

Baca juga: Ini Tanda-Tanda Pneumonia yang Mungkin Tidak Disadari 

Tidak hanya itu, lansia dengan penyakit ini juga biasanya mengalami masalah batuk atau immunocompromised. Batuk yang terus-menerus adalah penyebab kekhawatiran karena itu merupakan tanda potensial penyakit yang mendahului pneumonia.

Ilustrasi pneumonia

Selain batuk dan flu, penyakit ini juga bisa ditandai dari kebingungan dan kelemahan yang dirasakan lansia. Kebingungan umumnya spesifik untuk manula dengan pneumonia daripada pasien yang lebih muda, sehingga dokter dapat menilai gejala ini secara khusus.

Baca juga: Penyakit Penyerta dalam Kasus Kematian Covid-19, Pneumonia Terbanyak 

Fakta bahwa paru-paru tidak menyerap oksigen, berarti tubuh secara keseluruhan, termasuk jantung, otot, dan otak, mungkin tidak berfungsi pada kapasitas penuh mereka. Kekurangan oksigen ini bahkan dapat menyebabkan bibir dan ujung jari atau jari kaki membiru dan gejala-gejala yang mengkhawatirkan ini adalah tanda infeksi serius.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini