Studi: Orang Kaya Lebih Terapkan Jaga Jarak di Masa Pandemi

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 18 Januari 2021 12:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 18 481 2346315 studi-orang-kaya-lebih-terapkan-jaga-jarak-di-masa-pandemi-8v7PkYO9Oa.jpg Menjaga jarak sosial (Foto: Science News for Student)

Uang dikatakan tidak bisa membeli kebahagiaan, tapi uang nyatanya bisa membeli gaya hidup yang membuat seseorang bisa menerapkan social distancing atau jaga jarak di masa pandemi Covid-19 yang berbahaya saat ini.

Inilah kurang lebih gambaran dari hasil studi yang digelar oleh ekonom di Johns Hopkins University yang diterbitkan dalam Journal of Population Economics. Mengutip Fox News, Senin (18/1/2021) dari studi yang dilakukan, menunjukkan hasil bahwa orang-orang yang lebih kaya atau mampu secara finansial lebih aktif melindungi diri sendiri seperti contohnya menjaga jarak dan memakai masker sejak masa awal pandemi

 jaga jarak

Secara statistik data, dari hasil survey 1.000 orang di Amerika Serikat pada April 2020. Kelompok orang dengan pendapatan kurang lebih Rp3,2miliar per tahun 54% lebih aktif melakukan proteksi diri dibandingkan kelompok orang berpenghasilan sekira Rp183,4 juta per tahun.

Disebutkan lebih lanjut oleh para peneliti, orang-orang dengan penghasilan lebih cenderung ada dalam posisi yang memungkinkan mereka mengubah perilaku atau gaya hidupnya di masa pandemi ini. Orang yang menghasilkan lebih banyak uang juga lebih cenderung beralih ke bekerja dari jarak jauh, menerapkan work from home selama pandemi. Sehingga 24% lebih bisa menjaga jarak sosial dibandingkan dengan orang-orang yang tidak bisa bekerja dari rumah.

“Pesan di masa pandemi ini, Anda terjebak di dalam rumah, bekerja dari rumah, ini pastinya jadi kondisi sulit. Akhirnya, menghibur diri dengan contohnya berbagai resep masakan, tontonan di platform streaming berbayar. Tapi bagaimana dengan orang-orang yang tidak bisa bekerja dari rumah? Apa yang akan mereka lakukan?,” ucap Nick Papageorge, penulis utama studi ini.

Belum lagi, orang-orang dengan pendapatan yang lebih rendah yang tidak bisa menerapkan WFH, juga lebih mungkin kehilangan pekerjaan karena pandemi. Biasanya kelompok sosial ini juga cenderung tidak tinggal di rumah dengan space outdoor yang mumpuni.

Menurut para peneliti, temuan ini bermaksud digunakan untuk memprediksi dengan lebih baik bagaimana Covid-19 akan menyebar.

Baca juga: Bule Ini Asyik Menikmati Floating Meal di Atas Air Banjir di Bali

“Kita perlu mengerti akan perbedaan ini, para pembuat kebijakan hanya perlu mengenali siapa yang akan menjaga jarak sosial, untuk berapa lama, mengapa dan dalam keadaan apa. Ini untuk memberi kami prediksi yang akurat tentang bagaimana penyakit akan menyebar dan membantu kami menetapkan kebijakan yang akan berguna,” pungkas Nick Papageorge.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini