Studi Sebut Depresi dan Stres Bisa Kurangi Efektivitas Vaksin Covid-19

Wilda Fajriah, Jurnalis · Senin 18 Januari 2021 14:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 18 481 2346422 studi-sebut-depresi-dan-stres-bisa-kurangi-efektivitas-vaksin-covid-19-d4Fc1Vs8lU.jpg Stres akibat Pandemi Covid-19 (Foto: Freepik)

Penelitian selama puluhan tahun menunjukkan bahwa depresi, stres, kesepian, dan perilaku kesehatan yang buruk dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan menurunkan efektivitas vaksin tertentu. Sebuah laporan baru menunjukkan bahwa hal yang sama mungkin berlaku untuk vaksin Covid-19 baru yang sedang dalam pengembangan dan tahap awal distribusi global.

Laporan tersebut diterbitkan dalam Perspectives on Psychological Science. Untungnya, efek negatif dari depresi dan stres ini dapat dikurangi dengan langkah-langkah sederhana seperti sering olahraga dan tidur.

 stres di tengah pandemi

Vaksin adalah salah satu kemajuan sejarah medis, melindungi masyarakat dari berbagai penyakit berbahaya, termasuk cacar dan polio. Kunci keberhasilan vaksin adalah mencapai kekebalan komunitas.

Meskipun pengujian yang ketat telah menunjukkan bahwa vaksin Covid-19 efektif dalam menghasilkan kekebalan, namun tidak semua orang bisa segera mendapatkan manfaat sepenuhnya. Faktor lingkungan, serta genetika individu dan kesehatan fisik dan mental, dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, memperlambat respons terhadap vaksin.

Ini sangat meresahkan karena virus corona terus menyebar di seluruh dunia, memicu krisis kesehatan mental. Apalagi orang-orang harus menghadapi isolasi, tekanan ekonomi, dan ketidakpastian tentang masa depan. Ini bisa menimbulkan stres. Hal ini juga jadi tantangan yang bisa melemahkan kemanjuran vaksin, terutama di kalangan lansia.

"Selain dampak fisik Covid-19, pandemi memiliki komponen kesehatan mental yang sama-sama mengganggu, menyebabkan kecemasan dan depresi, di antara banyak masalah terkait lainnya. Stres emosional seperti ini dapat memengaruhi sistem kekebalan seseorang, mengganggu kemampuan mereka untuk menangkal infeksi," kata Annelise Madison, seorang peneliti di Ohio State University seperti dilansir Times of India pada Senin (18/1/2020).

Namun kabar baiknya, menurut para peneliti, vaksin Covid-19 yang sudah beredar 95% efektif. Meski begitu, faktor psikologis dan perilaku kesehatan dapat memperpanjang waktu yang dibutuhkan untuk mengembangkan kekebalan dan dapat memperpendek durasi kekebalan.

Berdasarkan penelitian sebelumnya, salah satu strategi yang disarankan para peneliti adalah melakukan olahraga dan tidur nyenyak dalam 24 jam sebelum vaksinasi sehingga sistem kekebalan Anda beroperasi pada kinerja puncak. Ini dapat membantu memastikan bahwa respons imun terbaik dan terkuat terjadi secepat mungkin.

"Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa intervensi psikologis dan perilaku dapat meningkatkan daya tanggap vaksin. Bahkan intervensi jangka pendek pun bisa efektif," kata Madison.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini