Disuntik Vaksin Covid-19 Pfizer, 13 Lansia Meninggal karena Efek Samping

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 18 Januari 2021 19:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 18 481 2346606 disuntik-vaksin-covid-19-pfizer-13-lansia-meninggal-karena-efek-samping-AlbahbUaKs.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

KABAR duka datang dari Norwegia, setelah program vaksinasi digelar di negara tersebut. Dilaporkan sebanyak 23 orang meninggal dunia, hanya dalam hitungan hari, usai menerima vaksin Covid-19, tepatnya divaksinasi dengan vaksin Pfizer.

Sebagaimana dilapor Ny Post, dari 23 orang, tercatat 13 orang di antaranya merupakan orang-orang lansia yang setidaknya berusia 80 tahun, penghuni panti jompo. Disebutkan oleh pejabat kesehatan setempat, kematian ini sepertinya terkait dengan efek samping dari vaksin tersebut.

“Reaksi umum dari vaksin seperti demam dan mual, kemungkinan berkontribusi pada hasil yang fatal untuk beberapa pasien yang lemah,” bunyi pernyataan Sigurd Hortemo, kepala dokter di Norwegian Medicines Agency.

Meskipun para pejabat tidak menunjukkan keprihatinan yang serius, mereka membuat aturan ulang tentang siapa yang harus menerima vaksin.

Berita tentang kematian 23 orang ini sendiri, diketahui muncul lebih dari satu pekan usai pejabat resmi setempat melaporkan kematian dua orang penghuni panti jompo setelah mereka menerima suntikan vaksin Pfizer. Untuk diketahui, tercatat lebih dari 30.000 orang di Norwegia telah menerima suntikan pertama vaksin virus korona Pfizer atau Moderna tersebut sejak akhir Desember 2020.

Meski mengklaim tidak terlalu terpengaruh dengan kejadian ini, tapi dengan terjadinya kasus kematian ini, tak dipungkiri para tim dokter di Norwegia harus teliti betul untuk mempertimbangkan golongan masyarakat mana penerima vaksin.

“Kami tidak khawatir dengan ini, jelas sekali bahwa vaksin ini punya risiko yang sangat kecil. Dengan pengecualian kecil untuk pasien yang paling lemah. Dokter sekarang harus hati-hati mempertimbangkan siapa yang harus divaksinasi,” tambahnya.

“Mereka yang sangat lemah dan sudah sangat lanjut usia dapat divaksinasi setelah ada penilaian individu,” kata Steinar Madsen, direktur medis Norwegian Medicines Agency kepada media Norwegia, NRK.

Kamis 14 Januari lalu, Norwegian Medicines Agency melaporkan sebanyak total 29 orang mengalami efek samping pasca vaksinasi, termasuk 13 orang yang meninggal tersebut. Dengan rincian 21 orang perempuan dan 8 orang pria.

Selain mereka yang meninggal, 9 orang lainnya mengalami efek samping yang serius yakni termasuk reaksi alergi, rasa tidak nyaman yang parah, dan demam yang parah. Sementara, 7 orang lainnya mengalami efek samping yang tidak terlalu serius, rasa nyeri parah di tempat suntikan.

Terkait laporan kasus kematian usai vaksinasi di Norwegia ini, pihak Pfizer sendiri disebutkan sudah mengetahuinya. Pihak Pfizer menyebut, kini pihak mereka tengah bekerja sama dengan Norwegian Medicines Agency untuk mengumpulkan semua infomasi yang relevan.

“Otoritas Norwegia telah memprioritaskan vaksinasi orang-orang di panti jompo, kebanyakan dari mereka sangat lanjut usia dengan catatan medis riwayat penyakit dan beberapa di antaranya sakit parah. Norwegian Medicine Agency mengonfirmasi, sejauh ini angka dari insiden ini tidak mengkhawatirkan dan sesuai dengan ekspektasi (jumlah insiden yang terjadi),"

"Semua angka kematian yang dilaporkan akan dievaluasi secara menyeluruh oleh badan agensi, untuk menentukan apakah insiden ini terkait dengan vaksin. Pemerintah Norwegia juga akan mempertimbangkan untuk menyesuaikan petunjuk vaksinasi, untuk lebih mempertimbangkan kesehatan pasien,” bunyi keterangan seorang perwakilan Pfizer.

Di Norwegia sendiri, menurut data Johns Hopkins University, saat ini tercatat lebih dari 57.000 kasus positif Covid-19 dengan angka kematian terkait virus corona tersebut menyentuh angka 500.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini