Terungkap! Monyet Bali Bisa Mengenali Barang Mewah

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 18 Januari 2021 10:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 18 612 2346231 terungkap-monyet-bali-bisa-mengenali-barang-mewah-giC2242hxE.jpg Monyet Bali (Foto: CNN)

Studi yang diterbitkan di jurnal sains Royal Society mengungkapkan bahwa monyet di Pura Uluwatu Bali dapat mengenali barang mewah, mencurinya, dan minta tebusan makanan untuk mendapatkan kembali barang mewah yang telah dicuri. Barang mewah yang kerap dicuri monyet di Pura Uluwatu Bali antara lain tas, topi, kacamata hitam, tablet, bahkan ponsel.

Para peneliti dari Universitas Lethbridge, Kanada, dan Universitas Udayana, Indonesia, menilai bahwa monyet ekor panjang di lokasi tersebut cukup cerdas mengenali barang mana yang memiliki nilai tinggi atau mahal.

Monyet-monyet tersebut baru akan melepaskan barang curian kalau sudah diberikan imbalan makanan yang mereka anggap memiliki nilai yang sesuai dengan apa yang mereka curi.

 monyet bali

Laporan CNN, peneliti meyakini, perilaku tersebut menunjukkan proses pengambilan keputusan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya di antara monyet yang diamati sebagai bagian dari penelitian.

Lebih lanjut, para peneliti pun menyimpulkan bahwa selain mampu menggunakan barang mewah untuk meminta imbalan makanan tertentu, kemampuan monyet untuk barter dinilai meningkat seiring bertambahnya usia dan pengalaman.

"Ada asosiasi perilaku yang jelas antara kepemilikan barang bernilai tinggi dengan kuantitas atau kualitas hadiah makanan yang ditolak atau diterima oleh monyet. Monyet tua lebih pandai memilih barang yang jauh lebih mahal," kata penulis.

Penelitian ini dilakukan selama 273 hari dari 2015 hingga 2016, dengan observasi lanjutan pada 2019.

Apa saja yang dilakukan ilmuwan untuk mendapatkan kesimpulan yang menarik ini?

Diketahui, para ilmuwan memfilmkan monyet saat mereka menatap pengunjung, mendekati pengunjung tanpa menakuti, mengambil barang, hingga kemudian mendekat ke pengunjung sambil menunggu apa persembahan yang diberikan.

"Dari apa yang dilakukan monyet tersebut, bisa dibilang itu adalah praktik yang spontan, terjadi pada spesifik populasi, lintas generasi, terlatih, dan dipengaruhi secara sosial dan itu menjadi contoh pertama dari budaya barter yang dimiliki hewan yang berkeliaran bebas," terang penulis.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini