Pegang-Pegang Pacar Sewaan, Pemuda Ini Dihukum Penjara

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 18 Januari 2021 14:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 18 612 2346404 pegang-pegang-pacar-sewaan-pemuda-ini-dihukum-penjara-6SNNAR6x2o.jpg Pegang-pegang pacar sewaan (Foto: Twitter)

Bermesraan dengan pacar biasanya tidak dianggap sebagai tindakan yang melanggar hukum. Tapi akan jadi kasus berbeda, jika pacar tersebut adalah pacar sewaan. Salah dalam bertindak dan melanggar kontrak perjanjian yang ada, bisa terseret ke ranah hukum.

Inilah yang dialami oleh seorang pemuda di Taiwan, yang disebut bernama Chen. Juli 2019, Chen diketahui dijatuhi hukuman kurungan penjara dan denda sekira Rp3,6 juta karena telah melakukan tindakan mesum kepada pacar bayarannya, seperti diwarta Oddity Central, Senin (18/1/2021).

 pacar sewaan

Kala itu, Chen menyewa seorang perempuan untuk menjadi pacarnya selama tiga jam dari perusahaan penyedia jasa Love Acting-Extra. Jasa yang disewa oleh Chen, menyertakan syarat spesifik tentang hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan dengan kekasih sewaannya tersebut.

Dalam kontrak yang ditandatangani oleh Chen, sebagai klien ia boleh memegang tangan, mengelus rambut dan memeluk sang pacar bayaran.

Tapi sebagai klien, ia tidak boleh mencium, serta menyentuh pacar sewaannya tersebut dalam cara apapun yang dianggap tidak pantas.

Setelah makan bersama, lalu jalan-jalan di Da’an Forest Park, di sinilah Chen mulai bertingkah aneh dengan mengatakan pada sang ‘pacar’ kalau ia akan menculik gadis tersebut. Kemudian Chen mulai menyentuh tubuh sang gadis.

Menurut kesaksian sang gadis, Chen sebagai klien telah memegang pahanya, membuka kancing bajunya untuk melihat bagian payudaranya, dan menyentuh bagian belakang tubuhnya secara sadar bahwa tindakannya tersebut sudah melanggar kontrak.

Tapi kala itu, pacar sewaan Chen yang sangat takut terpaksa hanya diam dan membiarkan Chen karena takut sang klien menyakiti dirinya. Ditambah saat itu, tidak ada orang yang bisa ia mintai tolong. Namun akhirnya usai tiga jam, Chen melepaskan pacar sewaannya dan membiarkan sang gadis pergi.

Tak terima telah diperlakukan tak senonoh, sang gadis disebutkan langsung melaporkan Chen ke polisi. Tak lama, Chen langsung ditangkap dan mengakui kesalahannya. Ia bahkan juga telah menuliskan surat permintaan maaf untuk ‘pacar’ bayarannya.

Semua upaya Chen sia-sia, sebab hakim yang bertugas di kasus ini menganggap perilaku Chen adalah perbuatan tercela. Dengan mempertimbangkan sikap Chen yang kooperatif dan menunjukkan penyesalan, sang hakim menjatuhkan hukuman enam bulan penjara, dan memerintahkan Chen untuk membayar denda kurang lebih Rp90 juta.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini