3 Tips Hindari Predator Seksual di Aplikasi Kencan

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 19 Januari 2021 15:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 19 612 2346968 3-tips-hindari-predator-seksual-di-aplikasi-kencan-9PxP5AuKVG.jpg Ilustrasi (Foto : Timesofindia)

Predator seksual menjadi isu hangat di media sosial. Pria bernama Leonardus Wahyu Dewala disorot netizen karena diduga telah menipu sekaligus melecehkan ratusan korban.

Pria diduga predator seksual tersebut mencari mangsa di aplikasi kencan. Tipu daya yang dia berikan adalah 'image' pria sangat sempurna yang diharapkan mampu membuat korban terpikat.

Beberapa kalimat manis yang diduga pernah dilontarkan pria tersebut antara lain, 'Aku yang bikin Omnibus Law', 'Yang bikin logo Trans Jakarta itu aku, loh', 'Bu Sri Mulyani tahu masa lalu aku', 'Aku bikin saham Blue Bird turun drastis', 'Tito Karnavian yang rekomendasiin guest house ini', 'Dulu aku pernah pakai ajudan', 'Om aku Bupati', atau 'Aku punya tanah sekian hektar'.

Predator Seks

Di sisi lain, jika Anda pengguna aplikasi kencan dan menemukan sosok yang terkesan sangat sempurna, Violet Lim, TED Speaker and best selling author, menjelaskan bahwa Anda mesti curiga kepadanya.

"Anda perlu merasa aneh atau curiga pada calon teman kencan yang terlalu sempurna, karena yang terlalu sempurna itu juga tidak baik. Jadi, kalau dia terlalu tampan atau cantik, terlalu kaya, terlaly sempurna, itu malah harus dicurigai," kata Violet beberapa waktu lalu.

Baca Juga : Lewat Medsos, Akun @aliskamugemash Ungkap Sosok Diduga Predator Seksual, Waspada!

Selain itu, ada tips lain yang mesti Anda perhatikan saat menggunakan aplikasi kencan supaya tidak masuk ke perangkap penipu atau bahkan predator seksual. Apa saja?

1. Pastikan akun ter-verified

Anda harus pastikan bahwa teman chat Anda di aplikasi kencan sudah ter-verified. Ini menjamin Anda berkomunikasi dengan orang yang benar dan jelas identitasnya.

2. Periksa keaslian fotonya

Periksa keaslian fotonya. Ya, ini cara yang harus dilakukan juga. Jadi, Anda periksa fotonya di Google. "Kalau fotonya ada di mana-mana terus identitasnya macam-macam, fix itu orang enggak benar," kata Violet.

3. Ajak chatting

Ajak berkomunikasi tidak hanya dengan chat. Jadi, Anda sebisa mungkin ajak teman baru virtual itu ngobrol di platform berbeda atau jika aplikasi menyediakan aksen video call, maka jangan ragu untuk ajak video call.

chatting

Ini bukan hanya memastikan profilnya benar, tapi Anda juga bisa lebih yakin dengan teman baru tersebut. "Saat komunikasi terjalin dengan melibatkan suara dan visual, ini akan membuat komunikasi semakin menarik karena dalam obrolan visual dan audio, akan ada sensasi berbeda yang menarik," ungkap Violet.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini