Cek Fakta: Cara Dokter Suntik Presiden Jokowi Salah?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 19 Januari 2021 17:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 19 612 2347181 cek-fakta-cara-dokter-suntik-presiden-jokowi-salah-bj5mMPrTsq.jpg Presiden Jokowi. (Foto: MNC)

RAMAI pesan berantai di WhatsApp Group berisi permintaan supaya Presiden Joko Widodo divaksin ulang. Pernyataan tersebut berdasar pada ungkapan seorang dokter di Cirebon yang menilai vaksinator, Profesor Abdul Muthalib, salah menyuntik.

Ya, si dokter menyatakan bahwa injeksi vaksin Sinovac seharusnya intramuskular atau menembus otot sehingga penyuntikannya harus dilakukan dengan tegak lurus atau 90 derajat. Dokter itu menilai, vaksin yang diterima Presiden Joko Widodo tidak menembus otot karena tidak 90 derajat.

Dengan anggapan tersebut, vaksin Covid-19 yang disuntikkan ke Jokowi pada 13 Januari 2021 tidak masuk ke dalam darah dan hanya sampai di kulit (intrakutan) atau di bawah kulit (subkutan).

Lantas, apakah pernyataan tersebut benar adanya?

Profesor Zubairi Djoerban, dokter spesialis penyakit dalam konsultan hematologi onkologi, menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak benar. Sebab, menyuntik itu tidak harus selalu tegak lurus dengan cara intramuskular.

"Itu pemahaman lama alias usang dan jelas sekali kepustakaannya. Bisa dilihat di penelitian berjudul 'Mitos Injeksi Intramuskular Sudut 90 Derajat'," kata Profesor Zubairi di Twitter pribadinya. Okezone sudah mendapat izin untuk mencatut pernyataan tersebut.

Profesor Beri, sapaan akrabnya, melanjutkan bahwa penelitian tersebut ditulis oleh DL Katsma dan R Katsma yang diterbitkan di National Library of Medicine edisi Januari-Februari 2000. "Intinya, persyaratan sudut 90 derajat untuk injeksi intramuskular itu tidak realistis," tegasnya.

Ia menambahkan, pasalnya trigonometri menunjukkan bahwa suntikan yang diberikan pada 72 derajat, hasilnya mencapai 95 persen dari kedalaman suntikan yang diberikan pada derajat 90. Dengan begitu, artinya apa yang dilakukan Profesor Abdul Muthalib selaku vaksinator Presiden Joko Widodo sudah benar. "Tidak diragukan," katanya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini