Apoteker yang Coba Rusak Vaksin Covid-19 Didakwa Perusakan Properti

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 20 Januari 2021 21:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 20 481 2347963 apoteker-yang-coba-rusak-vaksin-covid-19-didakwa-perusakan-properti-UZremgEm5m.jpg Vaksin Covid-19 (Foto: USC News)

Masih ingat dengan kasus seorang petugas rumah sakit yang merupakan apoteker dengan sengaja merusak sebanyak 500 dosis vaksin Covid-19 Moderna awal bulan ini? Ia disebut merusak vaksin di Aurora Medical Center, Wisconsin, Amerika Serikat.

Laporan Associated Press, seperti dikutip Newser, Rabu (20/1/2021) menyebutkan, seorang apoteker bernama Steven Brandenburg, diduga menjadi dalang dari insiden ini. Selasa 19 Januari kemarin, ia didakwa dengan tuduhan tindakan upaya pelanggaran ringan kerusakan properti.

 Vaksin Covid-19

Meski demikian, jaksa penuntut memperingatkan Steven bisa terkena dakwaan yang lebih serius jika tes menunjukkan dosis vaksin Covid-19 tersebut rusak.

Polisi sendiri diketahui menangkap Steven, pada 31 Desember 2020 sebagai salah satu proses investigasi dari kejadian 57 botol vaksin Moderna dibiarkan berjam-jam di luar lemari es yang ada di Advocate Aurora Health di Grafton.

Botol berisi vaksin tersebut, dikatakan cukup untuk menginokulasi lebih dari 500 orang. Dalam dokumen pengadilan, detektif menuliskan bahwa pria berusia 46 tahun itu mengaku dirinya adalah ahli teori konspirasi yang menyakini jika vaksin dapat mengubah, memutasi DNA manusia.

Sementara para ahli mengatakan, sejauh ini tidak ada bukti kebenaran atas klaim kalau vaksin Covid-19 itu bisa memodifikasi manusia secara genetik.

Menurut catatan pengaduan pidana, Steven mengatakan kepada detektif, kalau ia mengeluarkan botol vaksin dari kulkas selama tiga jam pada 24 Desember 2020 lalu menaruhnya kembali.

Keesokan harinya, ia mengulangi perbuatannya lagi yakni mengeluarkan botol vaksin Moderna tersebut dari lemari pendingin tapi kali ini bukan tiga jam, melainkan sampai sembilan jam dengan perkiraan vaksin tidak akan efektif jika disimpan di luar lemari pendingin selama 12 jam.

Tapi niat buruknya ini, dikatakan Steven tak berjalan mulus karena seorang teknisi farmasi menemukan 57 botol vaksin tersebut dan langsung menyimpannya kembali ke dalam lemari pendingin.

Terkait keefektivitas vaksin Moderna itu sendiri, dokter dari Moderna menginformasikan pada tim penyelidik bahwa vaksin itu masih tetap bisa bertahan pada suhu ruang dalam durasi selama 24 jam.

Sementara itu, Steven yang mengklaim dirinya tidak bersalah atas kejadian ini dikatakan tengah menghadapi ancaman hukuman kurungan penjara selama 9 bulan dan denda senilai Rp140,4 juta jika terbukti bersalah.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini