Hati-Hati, Salah Diet dan Stres Bisa Akibatkan Peradangan Usus Kronis

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 20 Januari 2021 19:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 20 612 2347923 hati-hati-salah-diet-dan-stres-bisa-akibatkan-peradangan-usus-kronis-BqmcVVIDxG.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PENYAKIT inflammatory bowel disease (IBD) atau peradangan usus kronis mungkin belum banyak diketahui. Padahal, penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi bahkan kematian bagi para penderitanya.

IBD sendiri, adalah penyakit autoimun yang ditandai dengan peradangan pada usus kecil dan besar. Di mana elemen sistem pencernaan diserang oleh sistem kekebalan tubuh sendiri. Pada dasarnya, IBD terbagi menjadi 2 tipe, yaitu Ulcerative Colitis (UC) dan Crohn’s Disease (CD).

Dokter Spesialis Penyakit Dalam & Konsultan Gastroenterologi Hepatologi RSCM-FKUI, Prof. Dr. dr. Murdani Abdullah, Sp.PD-KGEH menjelaskan pada UC, terjadi peradangan dan luka di sepanjang lapisan superfisial usus besar dan rectum. Sehingga sering terasa nyeri di bagian kiri bawah perut.

Sedangkan pada CD, terjadi peradangan hingga lapisan saluran pencernaan yang lebih dalam. Sehingga penderitanya sering merasakan nyeri di bagian kanan bawah perut. Namun pendarahan dari rektum cenderung lebih jarang terjadi. Tapi gejala penyakit radang usus berbeda-beda, tergantung pada tingkat keparahan dan lokasi peradangannya.

diet

"Pada UC dan CD, keduanya memiliki tanda dan gejala umum yang perlu diwaspadai seperti diare, kelelahan, sakit perut dan kram, nafsu makan berkurang, darah pada feses, dan penurunan berat badan," kata Prof. Murdani dalam seminar virtual ‘Waspada Komplikasi dan Kematian akibat IBD’.

Lebih lanjut Prof. Murdani mengatakan, penyebab IBD masih belum diketahui secara jelas. Sebab ada banyak sekali faktor baik secara internal maupun eksternal yang menyebabkan seseorang bisa terkena IBD

"IBD ini tentu disebabkan oleh gangguan sistem kekebalan tubuh. Namun, kesalahan pada diet dan tingkat stress berlebih juga bisa memicu terjadinya IBD. Faktor keturunan juga berperan dalam IBD meskipun angka penderitanya sangat sedikit," tuntasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini