Terapi Plasma Konvalesen Ternyata Digunakan Sejak 1 Abad Lalu

Diana Rafikasari, Jurnalis · Kamis 21 Januari 2021 07:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 21 481 2348138 terapi-plasma-konvalesen-ternyata-digunakan-sejak-1-abad-lalu-wUiey6BJXj.jpg Ilustrasi terapi plasma konvalesen digunakan untuk atasi covid-19. (Foto: Shutterstock)

COVID-19 masih mewabah di banyak negara, termasuk Indonesia. Langkah pencegahan pun terus dilakukan. Selain pemberian vaksin covid-19, ada juga terapi plasma konvalesen.

Terapi plasma konvalesen atau plasma darah kini kembali digaungkan sebagai salah satu alternatif untuk mengobati pasien positif covid-19. Tapi ternyata ini bukan hal baru. Terapi plasma konvalesen sudah digunakan sejak 1 abad atau 100 tahun lalu untuk mengobati banyak penyakit, termasuk difteri.

Baca juga: Terapi Plasma Konvalesen Efektif untuk Pasien Covid-19, Simak Cara Kerjanya 

"Terapi plasma konvalesen ini merupakan terapi yang sudah cukup lama, yakni sejak tahun 1900-an, sehingga sudah digunakan untuk penyakit-penyakit seperti difteri, SARS, MERS, dan flu burung. Hanya saja, masih terbatas untuk uji klinis. Demikian juga dengan covid-19, dipakai di banyak negara, namun sebatas uji klinis," kata dokter spesialis paru Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, dr Erlina Burhan SpP(K) MSc PhD, belum lama ini.

Ia menjelaskan, banyak negara telah menggunakan terapi plasma konvalesen dengan hasil yang lumayan bagus dan cukup efektif. Meski begitu, keberhasilan terapi yang telah dilakukan di banyak negara ini masih terbatas pada jumlah pasien yang sedikit.

"Misalkan di China, di sana terdapat empat studi yang dilaporkan uji klinisnya, tapi sayangnya pasiennya masih sedikit. Ada yang dilakukan kepada 5 pasien, 10 pasien, 6 pasien, dan bahkan yang di Korea hanya 2 pasien," papar dr Erlina.

Baca juga: Pesawat Suka Delay, Apa Penyebabnya?

Di melanjutkan, di Indonesia sendiri terapi plasma konvalesen masih berada di tahap uji klinis kepada para pasien positif covid-19 dengan gejala berat. Dokter Erlina menyebutkan bahwa beberapa rumah sakit di Tanah Air telah siap dan segera melakukan uji coba terkait terapi ini.

"Sudah banyak sebenarnya rumah sakit yang melakukan uji klinis (plasma konvalesen) ini, seperti RSPAD, RSCM, dan saat ini RS Persahabatan," ungkapnya.

Tetapi hal yang paling penting saat ini adalah bagaimana cara masing-masing individu untuk melakukan tindakan pencegahan. Pasalnya hingga kini covid-19 yang disebabkan oleh virus corona baru masih belum ditemukan obatnya.

Baca juga: Di Israel, Ibu Hamil Wajib Dapat Vaksin Covid-19 Pertama 

Oleh karena itu, dr Erlina kembali menekankan bahwa tindakan pencegahan dengan mematuhi protokol kesehatan 3M yakni mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak seperti yang ditetapkan merupakan langkah terbaik yang dapat dilakukan.

"Hal yang terpenting seharusnya adalah pencegahan, jangan sampai sakit, karena penyakit ini belum ada obatnya. Semua orang melakukan bermacam-macam uji klinis, tetapi yang paling penting justru dicegah jangan sampai sakit. Seperti yang sudah biasa kita katakan, pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, tingkatkan imunitas, sehingga yang utama adalah pencegahan," pungkasnya.

Baca juga: Covid-19 Masih Menyerang di 2021, Yuk Jalankan 4 Perubahan Ini 

Ilustrasi covid-19. (Foto: Okezone)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini