Mencegah Hipertensi Sejak Muda, Apa yang Mesti Dilakukan?

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Kamis 21 Januari 2021 13:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 21 481 2348214 mencegah-hipertensi-sejak-muda-apa-yang-mesti-dilakukan-EXI0ZLYK9I.jpg Ilustrasi. (Foto: Menshealth)

MENJAGA tekanan darah di usia muda tidaklah mudah. Apalagi saat ini hipertensi menjadi sumber penyakit tidak menular yang dapat dialami siapa saja.

Tak ada salahnya sejak remaja Anda rutin mengecek tekanan darah untuk mencegah munculnya risiko hipertensi. Selain itu, kontrol makanan sehari-hari agar lebih mudah mencegah penyakit ini.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr Sartika Sadikin,SpPD mengatakan, sejak usia remaja biasakan memeriksakan diri terhadap tekanan darah pada tubuh. Termasuk membiasakan asupan pola gizi sehat dan olahraga teratur.

Baca Juga: Ini Rekomendasi Vitamin untuk Pasien Covid-19, Bantu Proses Penyembuhan

"Kuncinya adalah membiasakan deteksi dini secara rutin sejak usia remaja. Dapat dimulai pada usia 18 tahun. Karena pada usia tersebut, mulai beragam aneka makanan yang dikonsumsi," tutur dr Sartika lewat keterangan resminya.

 tekanan

dr Sartika menjelaskan, hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi ketika tekanan darah pada ukuran 140/90 mmHg atau lebih. Tekanan darah dianggap sudah tidak wajar jika tekanan di atas 180/120.

"Jika tidak segera ditangani, hipertensi bisa menyebabkan timbulnya beragam ppenyakit yang mengancam nyawa, seperti gagal jantung, penyakit ginjal, dan stroke", imbuhnya.

Dalam beberapa situasi, sebelum melakukan pemeriksaan tekanan darah tubuh, ada beberapa hal perlu yang perlu dicermati dalam mengukur tekanan darah.

Misalnya mengistirahatkan tubuh terlebih dahulu,  sekira 5 -10 menit, dari aktivitas seperti naik tangga, berjalan dan lainnya. Kemudian hindari mengkonsumsi kopi, alkohol, stop merokok selama 30 menit sebelum diukur tekanan darah, atau ragam aktivitas yang  memicu denyut jantung.

Selain melakukan deteksi dini sejak usia remaja, Anda juga perlu menghindari konsumsi makanan yang mengandung kadar garam tinggi pun turut dianjurkan. Menurut dr Sartika, konsumsi makanan berkadar garam tinggi adalah asupan yang sangat  menyebabkan hipertensi.

Baca Juga: Haruskah Tetap Pakai Masker saat Dihampiri Pelayan di Restoran?

"Termasuk pada daging olahan, acar, gula, lemak jenuh dan lainnya. Hal ibu harus diwaspadai agar tidak berlebihan saat mengkonsumsi makanan, termasuk para remaja yang umum menyukai makanan fast food", papar dokter dari Siloam Hospital Silampari itu.

Hipertensi, sebut dia, termasuk silent killer atau penyakit yang membunuh secara perlahan. Hal ini karena penderita hipertensi umumnya tidak mengalami gejala apa pun, sampai tekanan darahnya sudah terlalu tinggi dan mengancam nyawa.

"Karenanya saya ingatkan kembali, penting untuk rutin memeriksakan tekanan darah, baik secara mandiri atau dengan datang ke dokter," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini