Waduh, Ada Jenis Covid-19 yang Kebal Vaksin?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 21 Januari 2021 11:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 21 481 2348268 waduh-ada-jenis-covid-19-yang-kebal-vaksin-7Tf0SYH94T.jpg Vaksin Covid-19 (Foto: The Sun)

Dokter di Inggris meragukan vaksin Covid-19 yang sudah beredar sekarang ini mampu melindungi tubuh dari infeksi Covid-19 jenis baru, termasuk jenis baru yang ada di Afrika Selatan bernama 501.V2.

Ketidakyakinan ilmuwan didasari pada hasil penelitian yang menemukan fakta bahwa Covid-19 jenis baru dari Afrika Selatan dan Brasil pada dasarnya mampu menghindari beberapa antibodi. Beda dengan jenis Inggris yang diketahui dapat dilawan dengan vaksin Covid-19 saat ini.

Vaksin Covid-19 

Berbicara di Sky News, dokter, ilmuwan, sekaligus farmakolog klinis asal Inggris, Sir Patrick John Thompson Vallance, FRS, FMedSci, FRCP, mengatakan, ada beberapa penelitian laboratorium tentang Covid-19 jenis Afrika Selatan menjelaskan bahwa mutasi tersebut dapat menghindari beberapa efek kekebalan dari antibodi.

"Jenis baru Covid-19 seperti yang ditemukan di Afrika Selatan adalah isu nyata yang benar-benar harus mendapat perhatian. Jenis baru ini mengkhawatirkan," ungkap Vallance dikutip dari The Sun.

Lebih lanjut, studi yang diterbitkan menemukan bahwa Covid-19 jenis Afrika Selatan, 501.V2, tampaknya memiliki mutasi yang kebal terhadap kekebalan dari infeksi virus SARS-CoV2.

Artinya, orang yang telah pulih dari Covid-19 dapat kembali terinfeksi dan itu berarti vaksin Covid-19 diragukan mampu bekerja efektif untuk Covid-19 jenis Afrika Selatan tersebut.

"Kami tidak tahu sampai sejauh mana Covid-19 jenis Afrika Selatan mampu lolos dari antibodi," tambahnya. Karena itu, para ilmuwan harus mendapatkan informasi tentang efek klinis, karena vaksinasi sudah dilakukan di Afrika Selatan.

Vallance melanjutkan, apa yang disampaikan dalam hasil studi laboratorium bukanlah prediktor yang sempurna atau bisa sepenuhnya dapat dipercaya, sehingga para peneliti perlu mendapatkan data klinis.

Perlu diketahui, sistem kekebalan menciptakan antibodi pembunuh ketika tubuh terpapar patogen virus corona atau vaksin. Jika seseorang terinfeksi virus, misalnya SARS-CoV2, sistem kekebalan memiliki memori tentang 'spike' di permukaan dan siap untuk menyerangnya.

Namun, perubahan bentuk protein spike membuat sistem kekebalan lebih sulit untuk mengenali virus. Jenis baru yang muncul dari Afrika Selatan dan Brasil berbagi mutasi yang disebut E484K.

Profesor Francois Balloux, Direktur UCL Genetics Institute, sebelumnya mengatakan, mutasi E484K telah terbukti mengurangi pengenalan antibodi.

Baca juga: Anak Tiri Kamala Harris Dinobatkan sebagai 'Best Fashion' di Pelantikan Presiden AS

Namun CEO of Moderna yang mengeluarkan Vaksin Moderna mengatakan, ia yakin vaksin Covid-19 saat ini mampu melawan berbagi Covid-19 jenis baru, baik dari Inggris, Afrika Selatan, maupun Brasil. Warga tak perlu cemas memikirkan ini, sebab vaksin tetap akan melindungi.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini