Ini Cara Kerja Terapi Plasma Konvalesen untuk Pasien Covid-19

Diana Rafikasari, Jurnalis · Jum'at 22 Januari 2021 03:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 21 481 2348703 ini-cara-kerja-terapi-plasma-konvalesen-untuk-pasien-covid-19-DPXOuJFvdS.jpg Ilustrasi terapi plasma konvalesen. (Foto: Freepik)

TERAPI plasma konvalesen atau plasma darah menjadi salah satu langkah yang dipilih untuk mengentaskan wabah covid-19. Plasma darah yang digunakan berasal dari penyintas covid-19. Pasalnya, orang yang pernah terinfeksi memiliki antibodi untuk menangkal penyakit.

Antibodi ini dibuat khusus oleh sistem kekebalan untuk melawan virus corona atau covid-19 dan dianggap sebagai komponen kunci pemulihan. Antibodi tersebut dipercaya bekerja dengan cara menetralkan virus.

Baca juga: PSBB Ketat Diperpanjang Bikin Stres, Coba Atasi dengan 6 Kegiatan Ini 

Para ilmuwan berharap bisa memanfaatkan kekuatan dari sistem kekebalan seseorang untuk membantu orang lain.

Dikutip dari ABC News, Jumat (22/1/2021), sekira 21 hingga 28 hari setelah seseorang pulih, plasma darahnya dapat diambil untuk mencari antibodi yang akan digunakan. Plasma adalah bagian kuning dan cair dari darah tempat antibodi Covid-19 yang berpotensi menyembuhkan pasien.

Baca juga: Masih Harus WFH, Simak 4 Tips untuk Jaga Produktivitas 

Dokter memberikan plasma ini sebagai pengobatan untuk pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit. Terapi plasma darah pertama di Amerika Serikat untuk Covid-19 dilakukan pada akhir Maret 2020 di New York dan Texas di bawah proses Penyelidikan Obat Baru Darurat Administrasi Makanan dan Obat (FDA).

Para dokter dan peneliti memantau kemajuan dengan cermat, karena mereka tahu perlu waktu untuk menentukan seberapa baik plasma pemulihan bekerja. Bukti terkuat mengenai keefektifan dan keamanan pengobatan eksperimental akan datang dari uji klinis.

Berdasarkan data awal dari studi plasma darah, sejauh ini menunjukkan bahwa dosis tunggal 200 mililiter atau lebih dari 13 sendok makan penuh memberikan manfaat bagi beberapa pasien Covid-19, dan mengarah pada pemulihan.

Para dokter di Johns Hopkins juga sedang menjajaki kemungkinan menggunakan plasma darah untuk meningkatkan sistem kekebalan petugas kesehatan dan orang lain yang mungkin terpapar virus corona jenis baru.

Baca juga: Dokter Tirta Kurang Setuju Vaksin Mandiri 

Covid-19. (Foto: Ubergizmo)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini