Indonesia Siapkan Bank Donor Plasma Konvalesen, Ini Tujuannya

Diana Rafikasari, Jurnalis · Jum'at 22 Januari 2021 04:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 21 481 2348707 indonesia-siapkan-bank-donor-plasma-konvalesen-ini-tujuannya-JXBhkcyGab.jpg Ilustrasi bank donor plasma konvalesen untuk pasien covid-19. (Foto: Prostooleh/Freepik)

PEMERINTAH Indonesia sedang menyiapkan bank donor plasma konvalesen untuk pasien covid-19. Para penyintas covid-19 pun diharapkan berkontribusi menjadi pendonor plasma darah ini.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Profesor Wiku Adisasmito mengatakan hal ini juga menjadi bentuk semangat gotong royong dalam penanganan wabah covid-19. Tujuannya masyarakat bisa ikut berperan meningkatkan angka kesembuhan melalui terapi plasma konvalesen.

Baca juga: Ini Rekomendasi Vitamin untuk Pasien Covid-19, Bantu Proses Penyembuhan 

"Dengan menjadi donor, masyarakat turut berkontribusi menjunjung tinggi semangat gotong royong dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan penanganan pasien covid-19, utamanya pada kasus gejala berat dan kritis," ujar Profesor Wiku belum lama ini.

Dengan sinergi yang baik dari seluruh lapisan masyarakat, ia berharap kualitas penanganan covid-19 secara nasional dapat meningkat. Dengan kualitas penanganan virus corona yang makin baik, maka banyak nyawa bisa diselamatkan.

Baca juga: Terapi Plasma Konvalesen Ternyata Sudah Digunakan Sejak 1 Abad Lalu 

Terapi plasma konvalesen sendiri diambil dari plasma darah penyintas covid-19 yang sudah 14 hari dinyatakan sembuh dan ditandai dengan pemeriksaan swab menggunakan RT-PCR sebanyak satu kali dengan hasil negatif.

Saat ini terapi tersebut sudah bisa diakses masyarakat melalui Palang Merah Indonesia (PMI). "Terapi plasma konvalesen sudah dapat diakses masyarakat yang membutuhkan melalui Palang Merah Indonesia di pusat," jelasnya.

PMI pun membuka bagi masyarakat yang ingin menjadi pendonor. PMI menentukan syarat pendonor diutamakan laki-laki, sementara untuk wanita belum pernah hamil atau belum memiliki anak. Bagi penyintas covid-19 yang akan mendonorkan plasmanya perlu menunjukkan tes swab PCR negatif, bebas gejala covid-19 selama 14 hari setelah dirawat di rumah sakit atau isolasi mandiri.

Di samping itu, terkait rincian terapi plasma konvalesen ini, Profesor Wiku merujuk pada hasil penelitian terkini bahwa terapi ini dapat mencegah perkembangan gejala yang lebih parah.

Baca juga: Studi: 76% Pasien Covid-19 Tetap Alami Gejala Bahkan 6 Bulan Setelah Sembuh 

"Terapi plasma konvalesen adalah penggunaan plasma darah yang mengandung antibodi dari orang-orang yang telah sembuh dari covid-19, sebagai pengobatan pasien covid-19," ungkapnya.

Penelitian yang dilakukan Libster dan tim terkait terapi ini terhadap sejumlah pasien covid-19 berusia di atas 65 tahun di Argentina menunjukkan hasil yang baik.

Penelitian ini menyatakan pasien yang diberikan plasma konvalesen dengan titer antibodi virus corona baru yang tinggi dalam kurun waktu 72 jam setelah munculnya gejala ringan, menunjukkan adanya penurunan risiko untuk mengalami gangguan pernapasan berat atau severe respiratory disease yang merupakan salah satu penyebab kematian tersering covid-19.

Baca juga: IDI: Keterbatasan Rumah Sakit untuk Pasien Covid-19 Juga Terjadi di Negara Lain 

Ilustrasi terapi plasma konvalesen. (Foto: Freepik)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini