Korban Banjir Lebih Berisiko Terinfeksi Covid-19?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 22 Januari 2021 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 21 612 2348629 korban-banjir-lebih-berisiko-terinfeksi-covid-19-g4FrgSz8pf.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BANJIR bandang yang terjadi di Kalimantan Selatan dinilai banjir terburuk dalam 50 tahun terakhir. Parahnya lagi, bencana alam tersebut terjadi di tengah pandemi Covid-19.

Korban banjir bandang Kalimantan Selatan bukan hanya menghadapi penyakit pasca-banjir, tetapi kerentanan kesehatan yang bisa meningkatkan risiko terpapar Covid-19. Salah satunya karena kekebalan tubuh mereka tidak kuat.

Hal itu bisa terjadi karena tempat pengungsian yang mungkin tidak layak. Kebersihan di area pengungsian menjadi tidak optimal, pun makanan atau minuman yang dikonsumsi pengungsi sangat tidak memadai, sehingga akan berpengaruh pada daya tahan tubuh para pengungsi.

Makanan dan minuman kemungkinan terkontaminasi karena lingkungan di sekitar pengungsian yang tidak bersih. Terlebih, jika masih ada genangan air ataupun sampah-sampah berserakan di area pengungsian.

"Kondisi lingkungan yang begitu akan memengaruhi kondisi daya tahan tubuh. Jika daya tahan tubuh buruk, maka penyakit bisa lebih mudah menyerang," terang Pakar Kesehatan dr Ari Fahrial Syam, SpPD, lewat pesan singkat.

Selain itu, banyak pengungsi tidur dengan alas yang tidak memadai. Kondisi ini meningkatkan kerentanan para pengungsi terhadap penyakit-penyakit pascabanjir. Cuaca yang tidak mendukung saat ini juga dapat menurunkan daya tahan tubuh seseorang walaupun tidak terkena langsung dampak banjir.

"Belum lagi kita musti perhatikan bahwa sangat sulit dalam kondisi seperti ini protokol kesehatan diterapkan secara optimal, sehingga berpotensi untuk meningkatkan kasus Covid-19 di antara para pengungsi," kata dr Ari.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini