Tren Pendidikan Online Pasca-Pandemi Covid-19, Seberapa Siap Indonesia?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 21 Januari 2021 20:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 21 612 2348667 tren-pendidikan-online-pasca-pandemi-covid-19-seberapa-siap-indonesia-ojC2SNEFtz.jpg Ilustrasi. (Foto: UPgrad)

SEIRING berkembangnya teknologi serta tantangan yang dalam dunia bisnis, industri teknologi pendidikan (EdTech) semakin dilirik sebagai suatu hal yang menjanjikan. Tak hanya pada masa pandemi Covid-19, teknologi pendidikan mulai berkembang sejak beberapa tahun lalu dan mulai mencetak sejumlah hasil positif yang terbukti efektif menjembatani kesenjangan keterampilan. 

CEO upGrad Asia Pasifik, Zubin Gandevia mengatakan bahwa Indonesia memiliki kesempatan untuk mengembangkan sektor teknologi pendidikan. Banyaknya calon pencari kerja yang menghadapi kesulitan menjadi fokus utama, sebab mereka membutuhkan semangat dan keterampilan untuk mengembangkan diri. 

Dalam wawancara ekslusif dengan MNC Portal Indonesia, Zubin yang merupakan mantan Presiden Fox Network Group Asia untuk Asia Pasifik dan Timur Tengah ingin memperluas jangkauan dalam upaya memberikan dukungan lebih banyak kepada masyarakat yang ingin membangun karier masa depan mereka.  

Zubin memiliki kepakaran bisnis yang mumpuni, karena menjadi salah satu perusahaan pendidikan tinggi online terbesar di India, bisa menjadi akselerator utama dalam melakukan ekspansi pendidikan teknologi di Asia. 

Zubin

Ia ingin memastikan masyarakat yang ikut serta dalam teknologi pendidikan memperoleh intervensi yang menghasilkan interaksi yang komunikatif. Sebab intervensi dan interaksi sangat diperlukan untuk memahami apa saja kebutuhan yang diperlukan oleh para peserta saat ini. 

“Teknologi pendidikan tak hanya menawarkan pelajaran akademis tapi menyiapkan talent yang siap bersaing di dunia nyata. Mereka juga bisa sukses dan mendapatkan kesempatan untuk berkembang,” terang Zubin. 

Zubin menambahkan, teknologi pendidikan tidak kalah efektifnya dengan pembelajaran tatap muka lainnya. Terbukti dengan keberhasilan sebagian besar peserta yang menyelesaikan pendidikannya hingga tuntas. Mereka mampu mendapatkan kenaikan gaji hingga sebesar 30-40 persen dan bisa pindah ke perusahaan dengan benefit yang lebih baik sehingga dapat berkembang. 

Tren pendidikan secara online 

Menurut Zubin, tren teknologi pendidikan tidak dimulai sejak pandemi Covid-19 menyerang dunia. Tren ini sudah dimulai sejak beberapa tahun lalu akibat kebutuhan masyarakat yang sangat besar dalam dunia kerja. Lebih lanjut, ia menyebut bahwa teknologi pendidikan ini telah berkembang di setiap market. 

“India, China, Australia, dan Jepang menjadi negara yang memiliki pertumbuhan online yang baik. Indonesia juga bisa maju sebab memiliki perkembangan ekonomi digital terbesar se-Asia Tenggara. Selain itu terdapat bonus demografi dan peranan sejumlah stakeholder serta pemerintah,” lanjutnya. 

Tantangan terberat

Meski memiliki potensi yang sangat besar, namun Indonesia juga dihadapkan dengan tantangan yang cukup berat dan harus diperbaiki. Sebagaimana diketahui, Indonesia memiliki kualitas internet yang lambat dan terbilang masih buruk dibandingkan dengan negara Asia Tenggara lainnya. Tentunya hal ini akan menjadi masalah yang besar dalam proses teknologi pendidikan.

Zubin mengatakan, berdasarkan data yang diperolehnya menyebut sebesar 97,5 persen sekolah beralih ke metode pembelajaran secara online selama pandemi Covid-19. Tentunya aktivitas penggunaan internet yang semakin padat akan mengganggu bandwith (jaringan) yang berpengaruh pada kualitas internet saat ini.

"Jadi ini yang membuat masalah dalam teknologi pendidikan. Tapi kami yakin pemerintah bisa terus berkembang dan menyesuaikan diri untuk memperbaiki kualitas," katanya

"Kami sudah merancang teknologi yang bisa mengakomodir jaringan internet yang lemah. Jadi harapannya tidak akan menjadi masalah yang signifikan,” tambah dia. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini