Bupati Sleman Positif Covid-19, Bukti Orang yang Sudah Divaksin Tidak Langsung Kebal

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 22 Januari 2021 11:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 22 481 2348915 bupati-sleman-positif-covid-19-bukti-orang-yang-sudah-divaksin-tidak-langsung-kebal-9r5yCoCgxB.jpg Vaksin Covid-19 (Foto: USC News)

Bupati Sleman Sri Purnomo mengumumkan bahwa dirinya positif terinfeksi Covid-19, seminggu setelah divaksin Covid-19. Kini ia tengah menjalani isolasi mandiri.

"Saya hari ini (Kamis), 21 Januari 2021 dinyatakan positif Covid-19 setelah menjalani 2 rangkaian (tes Covid-19). Di mana kemarin siang, Rabu (20/1/2021), saya menjalani rapid swab antigen hasilnya positif," ujarnya melalui tayangan video yang dilihat Okezone.

 Bupati Sleman

Kemudian dia melanjutkan tes swab PCR dan hasilnya keluar esok harinya, Kamis (21/1/2021), dan dinyatakan positif. Setelah itu, Sri Purnomo langsung menuju rumah sakit untuk melakukan rontgen thorax dan CT Scan. Hasilnya bagus.

Tidak ada gejala serius yang dialami. Namun, pada Rabu (20/1/2021), ia mengeluh batuk dan suhu tubuhnya 37,6 derajat celsius.

Sebelumnya, Sri Purnomo divaksin Covid-19 pada 14 Januari 2021. Ia menjadi orang pertama di Sleman yang mendapatkan vaksin Covid-19.

Sementara itu, para ahli berulang kali menjelaskan bahwa orang yang telah divaksin Covid-19 tidak berarti kebal Covid-19. Vaksinasi juga tidak langsung menjadikan kehidupan kembali normal seperti dulu.

"Banyak sekali orang yang beranggapan vaksin Covid-19 itu semacam penawar untuk semuanya dan ketika Anda sudah divaksin, Anda bisa kembali menjalani hidup seperti sebelum pandemi," kata Namandja Bumpus, Direktur Departemen Ilmu Farmakologi dan Molekuler di Universitas Johns Hopkins.

Lebih lanjut, peneliti uji klinis vaksin Pfizer di Universitas Yale, Onyema Ogbuagu menjelaskan, bahwa manfaat dari vaksinasi tidak bisa langsung dirasakan si penerima di hari yang sama. "Tidak ada vaksin yang saya tahu yang melindungi Anda pada hari yang sama saat Anda divaksin," terang dia, menurut laporan Washington Post.

Pada beberapa penelitian, vaksin Covid-19 baru akan dirasakan manfaatnya setelah seminggu disuntikkan dosis kedua.

"Itu berarti, meskipun Anda mendapatkan dua suntikan sesuai jadwal dan menunggu waktu yang tepat, tetap ada kemungkinan kecil Anda terinfeksi dan mengembangkan gejala," ungkap Ogbuagu.

Hal serupa juga disampaikan Pakar Kesehatan yang juga Ketua Pokja Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, dr Gunadi, SpBA, Ph.D, vaksin perlu waktu untuk bekerja maksimal di tubuh.

"Vaksin itu bisa berfungsi membentuk sistem imun kita itu butuh waktu, bukan dalam waktu singkat. Secara umum itu dikatakan kira-kira sepuluh hari sampai dua minggu, baru terbentuk imun terhadap infeksi Covid-19 setelah vaksinasi," ujarnya.

Informasi terbaru menjelaskan bahwa Bupati Sleman Sri Purnomo menduga dirinya terinfeksi Covid-19 bukan gegara vaksin.

"Kalau baru sekali disuntik, kekebalan saya belum sepenuhnya terbentuk. Jadi, ya, saya (bisa saja) tertular," katanya.

Pernyataan ini sekaligus meluruskan anggapan yang berkembang di media sosial bahwa orang yang divaksin malah akan terinfeksi Covid-19. "Yang saya alami ini bukan termasuk KIPI atau kejadian ikutan pasca-Imunisasi," tegasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini