Terinfeksi Covid-19, Bupati Sleman: Bukan dari Vaksin

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 22 Januari 2021 14:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 22 481 2349062 terinfeksi-covid-19-bupati-sleman-bukan-dari-vaksin-tp7DdwZWZL.jpg Vaksin Covid-19 (Foto: Flickr)

Bupati Sleman Sri Purnomo positif Covid-19 setelah seminggu divaksin Covid-19. Pada publik dia menjelaskan bahwa bukan vaksin yang menyebabkannya terinfeksi.

Pernyataan tersebut sekaligus meluruskan anggapan yang berkembang di media sosial bahwa orang yang divaksin malah akan terinfeksi Covid-19. "Yang saya alami ini bukan termasuk KIPI atau kejadian ikutan pasca-imunisasi," kata Bupati Sleman kepada KRJOGJA.com.

 Bupati Sleman

Pakar Kesehatan dr Ari Fahrial Syam, SpPD, menanggapi kasus ini dengan kemungkinan yang ada. Ya, menurut Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu, Bupati Sleman bisa saja terinfeksi sebelum ataupun sesudah divaksin.

"Masih ada beberapa kemungkinan, sudah terpapar sebelum vaksinasi atau terpapar setelah vaksin," kata dr Ari pada Okezone melalui pesan singkat, Jumat (22/1/2021).

Dokter Ari menjelaskan, alasan ada kemungkinan terpapar setelah vaksinasi karena Bupati Sleman baru disuntik vaksin sekali, sehingga antibodi belum cukup untuk melindungi.

Vaksin Covid-19 dinilai bekerja maksimal pada suntikan kedua dengan jarak 14 hari setelah suntikan pertama diberikan pada prosedur vaksinasi Sinovac.

"Dengan jarak dua minggu atau 14 hari, antibodi yang terbentuk karena dosis kedua menjadi cukup kuat untuk melindungi tubuh," terangnya.

Tapi, meski vaksin Covid-19 yang ada sekarang diyakini cukup baik menurunkan risiko gejala, tetap saja ada celah bagi orang yang sudah divaksin terinfeksi Covid-19.

Hal tersebut dijelaskan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Tangerang dr Tolhas Banjarnahor, SpPD-FINASIM. Pada dasarnya, tidak ada vaksin yang mempunyai efikasi 100 persen. Persentase seseorang terpapar Covid-19 setelah dilakukan vaksin Covid-19 akan tergantung dari jenis vaksin yang digunakan.

"Misalnya, vaksin Sinovac di Indonesia mempunyai efikasi 65,3 persen pada kelompok umur 18 sampai dengan 59 tahun. Artinya, masih ada kemungkinan 34,7 persen seseorang terkena infeksi Covid-19 meskipun telah dilakukan vaksin," ujar dr. Tolhas.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini