Waspadai Dampak Anemia pada Ibu Hamil dan Remaja

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 23 Januari 2021 06:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 22 481 2349320 waspadai-dampak-anemia-pada-ibu-hamil-dan-remaja-Zi5Xcvg8p5.jpg Ilustrasi (Foto : Timesofindia)

Anemia menjadi salah satu penyakit yang masih menjadi beban pemerintah. Anemia ini disebabkan oleh diferensiasi zat besi yang menyebabkan konsentrasi hemoglobin (Hb) yang berada di dalam sel darah merah, lebih rendah dari seharusnya.

FKM UI, Prof. Endang Achadi menyebut, rendahnya Hb menyebabkan rendahnya oksigen yang dibawa ke seluruh jaringan tubuh termasuk otak dan otot. Hal ini berakibat pada menurunnya produktivitas dan prestasi seseorang.

Anemia

“Kondisi ini menyebabkan menurunnya konsentrasi belajar, menurunkan produktivitas, imunitas turun menyebabkan mudah menderita penyakit infeksi, san menurunkan kesegaran tubuh,” terang Prof. Endang pada pertemuan virtual ‘Peringatan Hari Gizi Nasional Ke-61 2021’, Jumat (22/1/2021).

Baca Juga : Remaja Putri Rentan Terkena Anemia, Ini Alasannya!

Lebih lanjut, Prof. Endang mengatakan, defisiensi zat besi pada kehamilan dapat menimbulkan konsekuensi kesehatan bahkan kematian. Selain itu anemia pada ibu hamil juga bisa berdampak pada bayi yang ada di dalam kandungan. Diantaranya adalah:

1. Bayi lahir prematur, berat badan lahir rendah (BBLR), panjang badan lahir rendah (PBLR).

2. Risiko sakit bahkan potensi meninggal yang meningkat.

3. Risiko menderita stunting yang berdampak pada turunnya kecerdasan dan risiko menderita penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, gangguan jantung, dan stroke. Dampaknya bisa 3 generasi mulai dari ibu hinggak ke cucunya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini