4 Cara Bersyukur di Tengah Pandemi Covid-19

Sausan Sudarjat, Jurnalis · Sabtu 23 Januari 2021 02:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 22 612 2349233 4-cara-bersyukur-di-tengah-pandemi-covid-19-U9kNJriyUT.jpg Pandemi Covid-19 (Foto: Doctissimo)

Sudah hampir setahun lamanya pandemi Covid-19 berlangsung di Indonesia. Akibatnya kita seringkali merasa emosi dan mengumpat atas keadaan yang ada.

Sepertinya sulit untuk bersyukur selama pandemi. Namun, di balik musibah dahsyat yang terjadi setahun belakangan ini memiliki banyak hikmah yang tak disadari.

Diperlukan banyak rasa syukur untuk mempermudah kita menjalani kehidupan yang sedang sulit ini. berikut ini cara menemukan rasa syukur selama pandemi yang dilansir dari The Suburban.

 bersama keluarga

1. Waktunya bersama keluarga

Di rumah saja membuat kita menghabiskan waktu bersama keluarga. Untuk mengisi hari-hari yang membosankan kamu bisa bermain permainan papan, berjalan-jalan, dan melakukan aktivitas membuat kue yang menyenangkan bersama. Bahkan beberapa orang menghabiskan waktu mereka dengan asyik membuat konten di TikTok.

Bahkan kita telah melewati hari raya libaran, Natal, dan tahun baru bersama keluarga yang pastinya terasa lebih erat. Berterima kasihlah kepada momen-momen berhaga ini, hal ini membuat kita lebih menghargai waktu, kebersamaan dan kasih sayang antar keluarga.

2. Refleksi diri

Banyaknya waktu yang ada, Anda dapat menyempatkan merenungkan cara hidup kita untuk menggali secara mendalam agar menemukan makna, perspektif baru, dan banyak peluang untuk berkembang.

Ini adalah kesempatan bagus untuk menyakinkan prioritas dalam kehidupan pribadi, kehidupan keluarga, dan kehidupan kerja.

Adanya pandemi memaksa kita untuk melakukan aktivitas-aktivitas yang belum pernah dilakukan untuk mengisi waktu yang kosong. Untuk menghibur diri biasanya orang memilih untuk, bermain musik, bernyanyi, menulis, menari, dan lainnya.

3. Meningkatkan solidaritas

Selama pandemi beberapa orang mengalami berbagai kesulitan, dari kesulitan ekonomi hingga mental. Kita semua bersatu untuk memberikan bantuan, bahkan membuka donasi untuk menolong yang sedang kesulitan. Dan komunitas tenaga medis bekerja keras untuk menolong para pasien yang bagitu banyak. Hal ini bisa menjadi ajang meningkatkan solidaritas.

4. Belajar lebih bersyukur

Selain krisis itu sendiri, ada banyak kekhawatiran yang harus dihadapi orang tua dan orang dewasa seperti kehilangan pekerjaan, keselamatan, mengatur waktu pribadi, mengelola pengeluaran, memastikan kebutuhan makanan terpenuhi, merawat keluarga dan banyak lagi. Mengelola stres penting untuk menghindari kelelahan.

Bersyukur menjadi prioritas utama untuk menjalani hari-hari. Dengan mempraktikkan rasa syukur pasti akan mengubah perspektif Anda menuju pola pikir positif. Anda akan merasakan kelimpahan, kepositifan dan harapan.

Akibatnya, perasaan takut dan cemas Anda akan berkurang. Yang terpenting, bersikaplah baik kepada diri sendiri dan lakukan yang terbaik dari yang Anda bisa setiap saat.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini