Bisakah Stres Picu Rambut Jadi Beruban?

Pradita Ananda, Jurnalis · Sabtu 23 Januari 2021 19:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 23 611 2349536 bisakah-stres-picu-rambut-jadi-beruban-pCDvElXfUJ.jpg Rambut beruban (Foto: Hair Style Point)

Sebagian besar orang pada umumnya akan merasa sebal jika rambut mulai beruban, alias gray hair sudah mulai tumbuh. Bagi sebagian orang, rambut uban ini memang menganggu penampilan dan membuat kurang percaya diri dalam berpenampilan.

Tahukah Anda, di antara banyak faktor pemicu, sebetulnya rambut uban ini juga bisa timbul karena stres yang melanda. Ya, mengutip Yahoo, Sabtu (23/1/2021) dari studi penelitian yang dipimpin oleh Dr. Ya-Chieh Hsu dari Harvard University, menemukan bahwa stres pada seseorang berhubungan dengan timbulnya uban pada orang tersebut.

 Uban

Studi penelitian ini dilakukan dengan menggunakan hewan tikus, untuk memeriksa hubungan potensial antara stres dan rambut yang mulai memutih dengan memaparkan tikus tersebut ke berbagai jenis stres fisik dan psikologis.

Hasilnya, memperlihatkan semua tikus yang terpapar stres terlihat mengalami kehilangan sel induk melanosit dan oleh karena itu rambutnya yang semakin memutih. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa respons saraf simpatik yang memicu respons melawan-atau-lari pada diri manusia, sangat berpotensi berkontribusi pada penuaan yang disebabkan oleh stres.

Ahli Trikologi bersertifikat dan pendiri Advanced Trichology, William Gaunitz, menegaskan hasil temuan penelitian tersebut dengan menjelaskan bahwa, dampak keseluruhan dari stres berkepanjangan pada tubuh (termasuk perubahan kimiawi dan pH) itu memang meningkatkan kerusakan sel induk di dalam folikel rambut dan menghilangkan produksi melanin.

Meski stres memang memicu rambut jadi memutih, William mengingatkan sebetulnya stres hanyalah satu dari beberapa faktor penyumbang hilangnya pigmen rambut dari waktu ke waktu.

“Apapun yang relatif beracun bagi organ hati, contohnya obat-obatan atau pola makan yang buruk, dapat mempercepat kondisi ini selain faktor-faktor seperti genetika dan bahkan golongan darah,” pungkas William.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini