Kampanye soal Lingkungan, Sampah Gunung Everest Siap Disulap Jadi Karya Seni

Pradita Ananda, Jurnalis · Sabtu 23 Januari 2021 18:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 23 612 2349531 kampanye-soal-lingkungan-sampah-gunung-everest-siap-disulap-jadi-karya-seni-bmrdqnWq5H.jpg Gunung Everest (Foto: Foxnews)

Masalah soal tumpukan sampah yang ditinggalkan para pendaki, tak hanya jadi masalah di Indonesia. Tapi nyatanya juga menjadi isu permasalahan di pegunungan sekelas Gunung Everest.

Bertujuan untuk menekankan masalah sampah, sebuah galeri seni baru di Nepal dikabarkan akan menggelar pameran seni. Mengutip Fox News, Jumat (22/1/2021) karya seni yang akan dipamerkan nanti bukan karya seni biasa, melainkan karya seni dari para seniman yang dibuat dari tumpukan sampah di Gunung Everest.

 sampah

Pameran karya seni dari sampah gunung ini, akan diselenggarakan oleh The Sagarmatha Next Center (pusat pengunjung di jalur utama menuju base camp Gunung Everest) sebagai tuan rumah galeri. Acara ini dihelat, sebagai cara untuk menarik perhatian publik soal betapa banyaknya jumlah sampah yang tersisa di Gunung Everest.

Menurut laporan Reuters, para seniman nanti akan membuat karya seni dengan menggunakan material bahan dari sampah-sampah yang kerap kali ditinggalkan oleh para pendaki. Mulai dari botol oksigen bekas, tenda-tenda yang sudah compang-camping, tali, tangga rusak, hingga kaleng dan pembungkus plastik.

Tidak hanya membuat karya seni untuk dipamerkan, disebutkan lebih lanjut nantinya para seniman yang terlibat juga akan mengajarkan warga lokal setempat untuk berkreasi memanfaatkan sampah, mengubah dari sampah menjadi barang seni.

Project director dan salah satu pendiri Sagarmatha Next Centre, Tommy Gustafsson mengatakan dengan acara pameran seni dari sampah ini diharapkan bisa mengubah persepsi tentang sampah di kalangan masyarakat umum.

“Kami ingin menunjukkan bagaimana kita bisa mengubah limbah padat menjadi karya seni yang berharga, dan menghasilkan lapangan kerja dan penghasilan. Kami berharap dapat mengubah persepsi masyarakat tentang sampah dan cara pengelolaannya,” kata Tommy saat diwawancara Reuters.

Dijadwalkan pada musim semi mendatang, galeri seni tersebut sudah bisa menghelat soft opening bagi warga lokal. Tak hanya menampilkan karya-karya seni untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, tetapi di acara ini juga akan dijual aneka cenderamata. Hasil penjualan dari souvenirs tersebut akan disumbangkan untuk program konservasi di wilayah pegunungan Everest.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini