Tak Mau Toxic dalam Bekerja, Yuk Cari Kuncinya

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Minggu 24 Januari 2021 18:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 24 612 2349953 tak-mau-toxic-dalam-bekerja-yuk-cari-kuncinya-qCtpDDmGNx.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KERJA 'overtime' tengah diangkat ke publik, setelah cuitan Pandji Pragiwaksono ramai dibahas di Twiiter. Stand-up Komedian itu dinilai kurang etis dalam menerapkan jam kerja untuk karyawannya.

Hal itu bermula saat Pandji bercerita kalau dirinya baru saja mengirimkan pesan ke timnya urusan pekerjaan pukul 00.44 di hari Sabtu. Pernyataan ini kemudian disikapi beragam oleh netizen, tapi kebanyakan komentar tak sedap.

Tapi, Psikolog Meity Arianty menjelaskan bahwa dari kasus ini kita bisa belajar bahwa menerima pekerjaan itu tak bisa sembarangan. Sebab, setiap perusahaan punya peraturannya sendiri dan itu harus diketahui calon karyawan.

"Tidak bisa dipungkiri, ada beberapa orang mungkin harus mengambil pekerjaan tertentu karena desakan ekonomi, sehingga bisa saja dia bekerja tapi tidak sesuai dengan keinginannya," terang Mei pada Okezone melalui pesan singkat, Minggu (24/1/2021).

bekerja

Hal penting yang harus diperhatikan ketika Anda mau bekerja di suatu perusahaan, kata Mei, adalah mengenali apa yang sebenarnya Anda inginkan dari perusahaan tersebut. Menurutnya, setiap orang yang bekerja kunci utamanya adalah happy.

"Apakah Anda nyaman dan sanggup memenuhi tuntutan perusahaan pun harus dipertimbangkan. Lalu, soal gaji juga tak bisa disangkal bahwa itu penting," katanya.

"Sehingga, dari awal sudah tahu apa yang bakal Anda dapat dari perusahaan itu. Tapi, ketika Anda merasa terpaksa, itu tentu tidak sehat secara mental," tambah dia.

Karena itu, dalam mengambil keputusan di awal untuk menerima tawaran pekerjaan adalah hal yang penting, perlu kedewasaan berpikir untuk melakukannya tidak bisa sembarangan.

"Sehingga sangat penting bagi seseorang yang mau bekerja tahu apa yang pantas untuk dirinya dan mengetahui apakah perusahaan itu tepat atau tidak dengan kemampuan," kata Mei.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini