Berkaca dari Flu Spanyol, Indonesia akan Butuh 4 Tahun Ciptakan Herd Imunity?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Minggu 24 Januari 2021 22:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 24 612 2350024 berkaca-dari-flu-spanyol-indonesia-akan-butuh-4-tahun-ciptakan-herd-imunity-rvUtl6FKqV.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

DISTRIBUSI vaksin Covid-19 memang sudah dilakukan ke berbagai daerah di Indonesia. Tapi, dengan adanya vaksin bukan berarti kita bisa lalai dalam menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker.

Akademisi Universitas Airlangga, Agung Dwi Wahyu Widodo menjelaskan bahwa Indonesia baru akan lepas masker 2025. Itu artinya, masih butuh 4 tahun lagi untuk masyarakat Indonesia tetap menggunakan masker.

Menurutnya, pandemi baru akan benar-benar berakhir, berkaca pada pandemi yang terjadi di 1918, sekitar 4 tahun lamanya. Karena itu, anjuran untuk selalu menggunakan masker akan tetap dikumandangkan sampai 2025.

Jika hal tersebut diabaikan, pandemi di suatu wilayah tidak akan pernah selesai seutuhnya. Karena itu, diharapkan agar masyarakat terus disiplin menjalankan protokol kesehatan, salah satunya pakai masker.

Menyikapi pernyataan tersebut, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Tangerang dr Tolhas Banjarnahor, SpPD-FINASIM, menjelaskan bahwa sampai saat ini belum ada penelitian lebih lanjut. Meski begitu, jika menyoroti cara berpikir dengan membandingkan kasus pandemi sebelumnya yaitu Pandemi Flu Spanyol (1918-1920), yang menewaskan hampir 50 juta penduduk dunia karena melakukan herd immunity alamiah.

"Pandemi itu berakhir setelah herd immunity terbentuk secara alamiah. Beda dengan sekarang, herd immunity coba dibentuk melalui vaksinasi terhadap sekitar 70 persen penduduk Indonesia. Cara ini tidak menimbulkan penyakit pada masyarakat," terangnya melalui pesan singkat.

Setelah herd immunity terbentuk, sambung dr Tolhas, diharapkan pandemi akan berakhir. Di Indonesia sendiri, program vaksinasi telah dimulai. Gelombang pertama dari Januari-April 2021, dan gelombang kedua April 2021 hingga Maret 2022.

"Setelah divaksin tidak berarti 70 persen penduduk Indonesia tidak akan terinfeksi Covid-19, karena efikasi vaksin yang ada sampai saat ini mulai 65,3 persen hingga 95 persen. Jadi, kita tetap harus melakukan protokol kesehatan secara disiplin untuk melindungi yang tidak terlindungi oleh vaksin," tambahnya.  

Dokter Tolhas mengatakan, vaksin Covid-19 Sinovac memiliki efikasi vaksin ini sebesar 65,3 persen. Artinya dari 100 orang yang divaksin, ada 34,7 persen yang masih bisa terkena Covid-19.

"Kita tidak tahu akan masuk ke kelompok yang mana, kelompok yang 65 persen atau 35 persen. Meski begitu, jauh lebih baik jika kita tetap divaksin dibandingkan tidak karena bila tidak divaksin, kemungkinan terpapar Covid-19 akan menjadi 100 persen," terangnya.

"Karena vaksin tidak bisa mencegah 100 persen infeksi Covid-19, maka Anda harus tetap menjalankan protokol kesehatan dan menjalani pola hidup sehat," tambah dr Tolhas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini