Ini Asupan yang Sehat Selama Isolasi Mandiri Menurut WHO

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 25 Januari 2021 11:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 25 481 2350225 ini-asupan-yang-sehat-selama-isolasi-mandiri-menurut-who-AO6QpagUdn.jpg Ilustrasi asupan sehat selama isolasi mandiri. (Foto: Pvproductions/Freepik)

KASUS positif covid-19 di Indonesia terus meningkat dengan pesat. Tidak sedikit masyarakat yang terinfeksi dan harus melakukan isolasi mandiri di rumah. Tentunya selama masa isolasi mandiri itu seseorang perlu meningkatkan imunitas tubuh, salah satunya mengonsumsi asupan yang sehat serta bergizi.

Meski tidak ada asupan atau suplemen yang dapat mencegah dan menyembuhkan covid-19, pola makan yang sehat penting dalam mendukung sistem kekebalan tubuh. Nutrisi yang baik bisa mengurangi kemungkinan berkembangnya masalah kesehatan lain seperti obesitas, penyakit jantung, diabetes, dan beberapa jenis kanker.

Baca juga: Ini 6 Asupan yang Bisa Mempercepat Penyembuhan Sakit Demam Berdarah 

Merangkum dari laman resmi World Health Organization (WHO), berikut ini daftar asupan yang sehat saat isolasi mandiri.

1. Makan buah dan sayuran

Konsumsi campuran biji-bijian seperti gandum, jagung dan beras, kacang-kacangan seperti lentil, banyak buah dan sayuran segar dengan beberapa makanan dari sumber hewani misalnya daging, ikan, telur, dan susu setiap harinya.

Pilih makanan gandum utuh seperti jagung yang belum diolah, millet, oat, gandum, dan beras merah. Makanan ini kaya akan serat yang berharga dan dapat membantu Anda merasa kenyang lebih lama. Untuk makanan ringan, pilih sayuran mentah, buah segar, dan kacang tawar.

Ilustrasi isolasi mandiri

2. Kurangi asupan garam

Batasi asupan garam hingga 5 gram atau setara satu sendok teh sehari. Saat memasak dan menyiapkan makanan, gunakan sedikit garam dan kurangi penggunaan saus dan bumbu asin seperti kecap, kaldu, atau kecap ikan. Jika menggunakan makanan kaleng atau kering, pilih jenis sayuran, kacang-kacangan, dan buah-buahan tanpa tambahan garam dan gula.

Bereksperimenlah dengan herbal dan rempah segar atau kering untuk menambah rasa. Selain itu, periksa kandungan produk makanan yang memiliki kandungan natrium lebih rendah.

3. Konsumsi lemak dan minyak dalam jumlah sedang

Gantilah mentega dan sejenisnya dengan lemak yang lebih sehat seperti minyak zaitun, kedelai, bunga matahari, atau jagung saat memasak. Pilih daging putih seperti unggas dan ikan yang umumnya lebih rendah lemak daripada daging merah. Pisahkan daging dari lemak dan batasi konsumsi daging olahan.

Pilih jenis susu dan produk susu rendah lemak atau rendah lemak. Hindari makanan yang diproses, dipanggang dan digoreng yang mengandung lemak trans yang diproduksi secara industri. Cobalah untuk mengukus atau merebus makanan saat memasak.

Baca juga: Tambah Berat Badan, Konsumsi 7 Asupan Sehat Ini Ya 

4. Batasi asupan gula

Batasi asupan permen dan minuman manis seperti minuman bersoda, jus buah dan minuman jus, konsentrat cair dan bubuk, air berperasa, minuman energi dan olahraga, teh dan kopi siap minum, serta minuman susu beraroma. Pilihlah buah-buahan segar daripada camilan manis seperti biskuit, kue dan cokelat.

Ketika makanan penutup dipilih, pastikan produk tersebut rendah gula dan konsumsi dalam porsi kecil. Hindari memberikan makanan manis kepada anak-anak. Garam dan gula tidak boleh ditambahkan ke makanan pendamping yang diberikan kepada anak di bawah usia 2 tahun, dan harus dibatasi di atas usia tersebut.

5. Minum cukup air

Hidrasi yang baik sangat penting untuk kesehatan yang optimal. Air adalah minuman paling sehat dan termurah. Minum air putih sebagai pengganti minuman yang dimaniskan dengan gula adalah cara sederhana untuk membatasi asupan gula dan kalori berlebih.

Baca juga: Tips Isolasi Mandiri di Rumah yang Aman dan Nyaman 

6. Hindari penggunaan alkohol yang berbahaya

Alkohol bukanlah bagian dari diet sehat. Konsumsi alkohol tidak melindungi diri dari covid-19 dan bisa berbahaya. Konsumsi alkohol yang sering atau berlebihan meningkatkan risiko cedera langsung, serta menyebabkan efek jangka panjang seperti kerusakan hati, kanker, penyakit jantung, dan penyakit mental.

7. ASI untuk bayi

Air susu ibu (ASI) adalah makanan yang ideal untuk bayi; sebab aman, bersih, dan mengandung antibodi yang membantu melindungi dari banyak penyakit umum pada masa kanak-kanak. Bayi harus disusui secara eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan, karena ASI menyediakan semua nutrisi dan cairan yang mereka butuhkan.

Sejak usia 6 bulan, ASI harus dilengkapi dengan berbagai makanan pendamping yang memadai, aman dan padat gizi. Menyusui harus dilanjutkan di bawah bayi pada usia 2 tahun atau lebih. Wanita dengan Covid-19 dapat menyusui jika mereka ingin melakukannya dan harus mengambil tindakan pencegahan dan pengendalian infeksi.

Baca juga: 3 Makanan yang Harus Dikonsumsi saat Isolasi Mandiri 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini