Mengenal Sejarah Hari Gizi Nasional yang Diperingati Setiap 25 Januari

Wilda Fajriah, Jurnalis · Senin 25 Januari 2021 11:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 25 481 2350242 mengenal-sejarah-hari-gizi-nasional-yang-diperingati-setiap-25-januari-W23uxdVsCG.jpg Ilustrasi asupan bergizi. (Foto: Silviarita/Pixabay)

TIDAK terasa hari ini publik Tanah Air kembali memperingati Hari Gizi Nasional. Momen ini diperingati setiap tanggal 25 Januari dan kini sudah memasuki usia ke-61 tahun.

Hari Gizi Nasional sudah dimulai sejak 1950, tepatnya ketika masa Menteri Kesehatan Dokter J Leimena mengangkat Profesor Poorwo Soedarmo sebagai kepala Lembaga Makanan Rakyat (LMR), atau saat itu lebih dikenal sebagai Instituut Voor Volksvoeding (IVV).

Baca juga: Hari Gizi Nasional, Pandemi Harus Momentum Tingkatkan Komitmen 

IVV merupakan bagian dari Lembaga Penelitian Kesehatan yang dikenal sebagai Lembaga Eijckman. Profesor Poorwo Soedarmo dikenal sebagai Bapak Gizi Indonesia.

Ilustrasi asupan bergizi

Hari Gizi Nasional pertama kali diadakan oleh Lembaga Makanan Rakyat (LMR) pada pertengahan tahun 1960-an. Kemudian dilanjutkan oleh Direktorat Gizi Masyarakat sejak tahun 1970-an sampai sekarang.

Baca juga: Napak Tilas Hari Gizi Nasional, Ternyata Dimulai dari Anemia 

Peringatan HGN merupakan momentum penting dalam menggalang kepedulian dan meningkatkan komitmen dari berbagai pihak untuk bersama membangun gizi menuju bangsa sehat berprestasi melalui gizi seimbang dan produksi pangan berkelanjutan, sehingga dapat turut mendorong pencapaian RPJMN bidang kesehatan.

Pada tahun ini, HGN mengusung tema "Remaja Sehat Bebas Anemia". Melalui tema ini, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI berharap bisa menjadi momentum yang baik di masa pandemi covid-19.

Masalah gizi yang terjadi pada usia remaja akan meningkatkan kerentanan terhadap penyakit di usia dewasa serta berisiko melahirkan generasi yang bermasalah gizi.

Lebih jauh lagi, masalah gizi yang terjadi sejak masa remaja akan memengaruhi perkembangan kognitif produktivitas, kinerja, dan daya saing di tingkat global yang dapat berdampak terhadap kemampuan untuk mendapatkan penghidupan yang layak di kemudian hari.

Baca juga: Ini Asupan yang Sehat Selama Isolasi Mandiri Menurut WHO 

Buah bergizi. (Foto: Silviarita/Freepik)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini