Hari Gizi Nasional, Menkes: Kesehatan Remaja Harus Mendapat Perhatian Khusus

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 25 Januari 2021 11:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 25 481 2350253 hari-gizi-nasional-menkes-kesehatan-remaja-harus-mendapat-perhatian-khusus-dIIXCt4u2s.jpg Menkes Budi Gunadi (Foto:Youtube)

Hari Gizi Nasional 2021 mengusung tema 'Remaja Sehat, Bebas Anemia'. Tema ini dipilih mengingat kasus anemia di kalangan remaja putri terbilang cukup tinggi.

Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), 3 dari 10 remaja Indonesia mengalami kekurangan sel darah merah atau anemia. Salah satu penyebabnya adalah tubuh kekurangan zat gizi mikro.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pun berharap agar kesehatan remaja mendapat perhatian khusus. Sebab, remaja yang sehat akan menentukan masa depan Indonesia.

 Remaja

"Kelompok remaja dengan populasi banyak di Indonesia akan sangat menentukan langkah Indonesia bisa naik kelas di tataran dunia nantinya. Itu sebabnya negara yang banyak memiliki populasi anak muda, diprediksi akan jadi negara besar nantinya, karena generasi mudanya sehat dan berkualitas. Remaja sehat, Indonesia akan menjadi negara yang hebat dan berkuasa nantinya," kata Menkes Budi di acara Puncak Hari Gizi Nasional ke-61 yang disiarkan online, Senin (25/1/2021)

Indonesia sendiri diprediksi akan menduduki peringkat 5 besar dunia pada 2050 karena jumlah anak mudanya yang banyak. Karena itu, menyiapkan generasi muda yang berkualitas dan berdaya saing tinggi harus dilakukan dari sekarang, salah satunya memastikan tidak ada remaja yang mengalami anemia.

"Saya sudah lihat apa yang harus dilakukan untuk remaja, yaitu memastikan gizinya terpenuhi, fisiknya kuat. Makannya satu piring lengkap, jangan lupa menerapkan hidup sehat juga, rajin berolahraga, berat dan lingkar pinggangnya enggak besar. Contohnya harus dimulai dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes)," terangnya.

Selain itu, upaya lain yang dilakukan Kemenkes untuk mengatasi kasus anemia pada remaja, khususnya remaja putri adalah dengan program pemberian tablet penambah darah yang dilakukan di sekolah.

"Kemenkes berkomitmen menurunkan prevalensi anemia remaja putri di sekolah, salah satunya dengan pemberian tablet penambah darah pada remaja putri usia 12-18 tahun yang dilaksanakan 1 minggu sekali di sekolah," kata Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Kesehatan Masyarakat drg. Kartini Rustanfi, M.Kes, di acara yang sama.

Kartini menambahkan, program ini tidak hanya dijalankan Kementerian Kesehatan melainkan mendapat dukungan penuh tiga Kementerian lainnya yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, dan Kementerian Dalam Negeri.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini