Studi: Tingkatkan Asupan Vitamin C dan E Bisa Cegah Sakit Parkinson

Wilda Fajriah, Jurnalis · Senin 25 Januari 2021 14:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 25 481 2350386 studi-tingkatkan-asupan-vitamin-c-dan-e-bisa-cegah-sakit-parkinson-vEBA6MxSs9.jpg Ilustrasi asupan mengandung vitamin C. (Foto: Wellbeingsecrets)

VITAMIN C dan E adalah dua zat larut lemak yang penting untuk tubuh agar berfungsi dengan baik. Kedua vitamin ini hadir dalam buah jeruk, sayuran, dan biji-bijian. Kemudian vitamin C dan E juga dikenal memiliki senyawa antioksidan yang kuat.

Vitamin C membantu penyerapan zat besi, membantu penyembuhan luka, dan menjaga kesehatan mata. Sedangkan vitamin E berperan penting dalam regenerasi sel. Selain itu, keduanya juga membantu meningkatkan kekebalan serta meningkatkan kesehatan kulit.

Baca juga: Ozzy Osbourne Idap Parkinson, Tangan Tremor Salah Satu Gejalanya 

Sekarang para ilmuwan telah menemukan alasan lain untuk mengonsumsi vitamin C dan E, yakni untuk mengurangi risiko penyakit parkinson.

Seperti dikutip dari Times of India, Senin (25/1/2021), baru-baru ini ditemukan bahwa vitamin C dan E mungkin sangat terkait dengan penyakit parkison. Sesuai studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Neurology, asupan vitamin E dan C berbanding terbalik dengan risiko parkinson.

Ilustrasi parkinson

Para peneliti mencapai kesimpulan setelah mempelajari secara menyeluruh catatan kesehatan lebih dari 43.800 orang dewasa antara 18 hingga 94 tahun sejak 1997 sampai 2016.

Mereka menganalisis pertanyaan berdasarkan diet dan menyimpulkan bahwa diet memberikan peran penting dalam mengurangi risiko gangguan neurologis seperti penyakit parkison.

Baca juga: Rajin Konsumsi Vitamin C Sembuhkan Pilek 8% Lebih Cepat Lho 

Menambahkan makanan yang kaya vitamin E dan C dapat membantu mencegah perkembangan penyakit parkinson di kemudian hari.

Penyakit parkinson adalah gangguan progresif pada sistem saraf pusat yang memengaruhi gerakan. Gejala mulai muncul secara perlahan dan memburuk seiring waktu.

Tanda pertama mungkin berupa getaran yang hampir tidak terlihat hanya di satu tangan, kemudian dapat menyebabkan kesulitan dalam berjalan, menulis, berbicara, dan melakukan aktivitas sehari-hari lainnya. Pada penyakit ini, sel saraf tertentu di otak secara bertahap rusak atau mati.

Ini menyebabkan hilangnya neuron yang bertanggung jawab untuk memproduksi pembawa pesan kimiawi di otak yang disebut dopamin. Ketika kadar dopamin dalam tubuh menurun, hal itu menyebabkan aktivitas otak menjadi tidak normal, gangguan pergerakan dan gejala lainnya.

Baca juga: Musim Hujan, Ini Pentingnya Konsumsi Vitamin C hingga Vitamin E 

Tidak hanya untuk mengurangi risiko penyakit parkison, tetapi bahkan secara umum Anda harus mengonsumsi vitamin dan mineral dalam jumlah yang cukup untuk menjaga kesehatan.

Bagi orang dewasa, jumlah vitamin C harian yang direkomendasikan adalah 65 hingga 90 miligram (mg) sehari. Sumber umum nutrisi ini termasuk buah jeruk, lada, brokoli, bayam, dan pepaya.

Baca juga: Mengenal Vitamin E untuk Wajah, Cocok untuk Kulit Sensitif 

Sedangkan diet yang direkomendasikan (RDA) vitamin E untuk orang berusia 14 tahun ke atas adalah 22 IU (International Units). Makanan seperti biji bunga matahari, almond, labu, paprika merah adalah beberapa sumber vitamin E yang umum dan dapat dengan mudah dimasukkan ke makanan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini