Kekurangan Zat Besi Berdampak bagi Kecerdasan Anak, Perhatikan Gejalanya

Siska Permata Sari, Jurnalis · Senin 25 Januari 2021 15:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 25 481 2350436 kekurangan-zat-besi-berdampak-bagi-kecerdasan-anak-perhatikan-gejalanya-8OxFTDA4I4.jpg Ikan sumber zat besi (Foto: Pixabay)

Zat besi merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan untuk perkembangan buah hati. Kekurangan zat gizi mikro ini dapat menyebabkan sejumlah masalah pada anak, salah satunya anemia defisiensi besi hingga terganggunya performa kognitif anak.

Ahli Gizi dan Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Prof Dr drg Sandra Fikawati, MPH, mengatakan, kekurangan zat besi umumnya terjadi secara bertahap.

“Umumnya, kekurangan zat besi terjadi bertahap. Mulai dari penurunan jumlah zat besi pada tubuh anak, selanjutnya tubuh mulai membuat lebih sedikit sel darah merah,” jelasnya dalam diskusi virtual, Senin (25/1/2021).

 anak kekurangan zat besi

Padahal, kekurangan zat besi bisa mengganggu performa intelektual dan kognitif anak. “Anemia gizi besi menimbulkan terlambatnya perkembangan psikomotor dan terganggunya performa kognitif pada anak usia sekolah dan pra sekolah,” tuturnya.

Penelitian lebih lanjut di tahun 2001 menunjukkan, anak usia 6-16 tahun yang mengalami defisiensi zat besi juga memiliki nilai rata-rata tes matematika dan membaca yang lebih rendah dibandingkan anak-anak dengan gizi tercukupi.

“Tingkat zat besi dipengaruhi oleh konsumsinya, misalnya pola makan tidak seimbang, gangguan proses penyerapan zat besi di saluran pencernaan, cadangan zat besi dalam jaringan, serta ekskresi dan kebutuhan tubuh,” paparnya.

Prof Sandra menerangkan, kebutuhan zat besi harian anak berbeda berdasarkan usianya. “Anak di usia 1-3 tahun membutuhkan 7 miligram, sedangkan usia 4-6 tahun membutuhkan 10 miligram,” ujarnya.

Jika anak mengalami kekurangan zat besi, akan ada beberapa tanda atau gejala yang tampak. Di antaranya sulit berkonsentrasi saat belajar dan produktivitas menurun.

“Anak juga mengalami 5 L, yaitu lemah, letih, lesu, lemas, dan lunglai. Kemudian, bagian bawah mata, kuku, dan telapak tangan anak pucat. Selain itu, sering pusing dan berkunang-kunang juga bisa menjadi tanda defisiensi zat besi,” tukasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini