PPKM Kurang Efektif Kendalikan Covid-19, Pelanggaran Tertinggi di Tempat Publik dan Perkantoran

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 25 Januari 2021 16:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 25 481 2350484 ppkm-kurang-efektif-kendalikan-covid-19-pelanggaran-tertinggi-di-tempat-publik-dan-perkantoran-fDAMp944Zr.jpg Pandemi Covid-19 (Pixabay)

Di sisi lain, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, waktu 2 minggu dalam penerapan PPKM dirasa belum cukup memberikan data yang cukup untuk mendapatkan hasil yang diharapkan.

"Bicara soal penyakit, pembatasan dalam waktu 2 minggu itu tidak cukup untuk memutus rantai penularan penyakit. Yang bisa kita lihat adalah melandainya sedikit kasus-kasus tersebut. Tapi, tentunya tidak instan," katanya di acara yang sama.

Nadia melanjutkan, pada momen libur panjang misalnya, kita akan lihat 'panennya' itu 10 hingga 14 hari kemudian. Artinya, butuh proses di mana transmisi itu terjadi sebelum pelaksaan pembatasan. Jadi, bukan libur hari ini, besok meningkat.

"Ini yang kami lihat, kami rem dengan pelaksanaan PPKM dengan harapan penurunan kasus. Kalau sudah menurun, akan berkurang juga tingkat penularan penyakit di masyarakat yang tentunya akan melandaikan kasus di kemudian hari," tambahnya.

Lalu, soal apakah pemerintah bisa lebih tegas mengatur PPKM?

Nadia yang juga Jubir Vaksin Covid-19 menerangkan bahwa sebetulnya pemerintah sudah melakukan upaya tersebut. Itu bisa dilihat dari beberapa kebijakan, misalnya regulasi penutupan tempat umum yang lebih cepat, membatasi jam buka toko, atau adanya pengendara kendaraan ditilang kalau tidak pakai masker.

"Pesta perkawinan juga dibatasi. Ini upaya mengedukasi masyarakat, tapi kami sangat berharap kesadaran untuk tidak sakit dan tidak mau tertular dengan menjalankan protokol kesehatan itu harus dimiliki masyarakat," ujarnya.

Selain disiplin menjalani protokol kesehatan, Nadia berharap masyarakat benar-benar membatasi mobilitas hariannya. Sebab, itu adalah kunci utamanya dalam menghentikan penyebaran Covid-19.

"Membatasi mobilitas menjadi kunci bahkan hal utama yang harus dilakukan masyarakat, selain disiplin menjalankan protokol kesehatan dengan baik," tambah Nadia.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini