Kasus Covid-19 Nyaris Sejuta, Kemenkes: Jangan Lihat Angkanya

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 25 Januari 2021 16:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 25 481 2350525 kasus-covid-19-nyaris-sejuta-kemenkes-jangan-lihat-angkanya-RSV1vjiO2v.jpg Disiplin patuhi protokol kesehatan kunci tekan kasus Covid-19 (Foto : Okezone)

Kasus positif Covid-19 bertambah 9.994 orang per Senin (25/1/2021), sehingga total kasus di Indonesia sekarang 999.256 orang, nyaris 1 juta kasus.

Kasus pasien Covid-19 sembuh terus memperlihatkan kenaikan, hari ini ada 10.678 orang yang sembuh dengan total 809.488 kasus. Sedangkan, pasien meninggal dunia bertambah 297 dengan total kasus 28.132.

Angka positif Covid-19 yang hampir menyentuh sejuta kasus itu pun ditanggapi Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi. "Jangan lihat angkanya. Evaluasi apa yang dilakukan? Bagaimana masyarakat saya rasa, ya," katanya di Webinar Evaluasi Pelaksanaan PPKM yang diinisiasi Lapor Covid-19, Senin (25/1/2021).

Pakai Masker

Jubir Vaksin Covid-19 itu pun tak menampik bahwa kenaikan kasus yang cukup tinggi karena masih ada beberapa kelompok masyarakat yang belum disiplin menjalankan protokol kesehatan dan pelaksanaan 3T (tracing, testing, dan treatment) yang belum maksimal.

"Soal pencegahan paparan Covid-19, kami sangat berharap agar masyarakat membatasi mobilitas selagi tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan. Selain itu, tak dipungkiri juga soal testing masih belum maksimal karena ada masyarakat yang merasa ragu dan takut untuk tes karena adanya stigma dan diskriminasi," papar Nadia.

"Karena itu, kami mendorong untuk masyarakat disiplin protokol kesehatan, terutama mengurangi mobilitas karena itu kunci utamanya. Dan kami pun terus mengedukasi masyarakat agar tak ragu melakukan testing supaya penyebaran Covid-19 dapat dicegah," tambahnya.

Baca Juga : Jangan Kendur Jalankan Prokes 3M, Mampu Tekan Covid-19 hingga 85%

Tingginya penambahan angka positif Covid-19 per harinya berdampak juga pada semakin sulitnya mencari kasur di rumah sakit. Nadia pun mengimbau pemerintah daerah agar meminta pihak rumah sakit pemerintah maupun swasta untuk memastikan ketersediaan kasur tercukupi.

"Tapi, kami juga paham bahwa masalah kurangnya tenaga kesehatan di rs pun terjadi. Karena itu, kami berharap dukungan semua pihak untuk tetap menjaga kesehatan agar penambahan kasus dapat ditekan," kata Nadia.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini