Begini Cara Kerja GeNose, Pendeteksi Covid-19 lewat Embusan Napas

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Senin 25 Januari 2021 12:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 25 612 2350281 begini-cara-kerja-genose-pendeteksi-covid-19-lewat-embusan-napas-7yLpgo9yaU.jpg GeNose. (Foto: Okezone)

INDONESIA akhirnya menggunakan alat deteksi covid-19 karya Universitas Gajah Mada (UGM) bernama Gadjah Mada Electric Nose Covid-19 atau GeNose C19. Setelah beberapa lama dilakukan uji coba, alat tersebut akhirnya lolos dan dapat digunakan.

Adalah PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang menyatakan siap menggunakan GeNose untuk melakukan screening Covid19 penumpang kereta api. Adapun cara mendeteksi covid-19, adalah lewat embusan napas.

Inovasi pembuatan GeNose merupakan kolaborasi antara Universitas Gadjah Mada (UGM), Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD), Badan Intelijen Negara (BIN), dan sejumlah pihak swasta. Pemerintah melalui Kementerian Riset dan Teknologi serta Badan Riset dan Inovasi Nasional sangat mendukung adanya terobosan teknologi ini.

Lantas, bagaimana cara kerja alat ini sehingga dapat memfilter mereka yang terpapar virus Covid-19?

genose

Melalui embusan napas, GeNose bekerja secara cepat mendeteksi volatile organic compound (VOC) yang terbentuk karena adanya infeksi covid-19 yang keluar bersama napas seseorang.

Napas akan diambil dan diidentifikasi melalui sensor-sensor yang kemudian datanya diolah dengan bantuan kecerdasan artificial intelligence (AI) untuk pendeteksian dan pengambilan keputusan. Oleh karena itu, alat ini sangat cepat dan akurat untuk medeteksi adanya virus Covid1-19.

Selain itu, GeNose sangat mudah digunakan sehingga bisa dioperasikan secara mandiri dan efisien, lantaran aplikasinya terhubung dengan sistem cloud computing untuk mendapatkan hasil diagnosis secara real time.

GeNose juga mampu bekerja secara paralel melalui proses diagnosis yang tersentral di dalam sistem sehingga validitas data dapat terjaga untuk semua alat yang terkoneksi. Data yang terkumpul di dalam sistem selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk keperluan pemetaan, pelacakan, dan pemantauan persebaran pandemi secara aktual.

Uji profiling (kalibrasi) alat ini juga sudah dilakukan dengan menggunakan 615 sampel data valid di Rumah Sakit Bhayangkara Polda DI Yogyakarta dan Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 Bambanglipuro di Yogyakarta. Hasilnya menunjukkan tingkat akurasi tinggi yaitu 97 persen.

Bahkan, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko pun sudah menjajal GeNose C19. Uji coba ini dilakukan saat Moledoko menerima satu unit alat GeNose C19 dari Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang P. S. Brodjonegoro.

Melalui alat ini, Moeldoko berharap inovasi tersebut akan menjadi garda terdepan dalam penanggulangan penyebaran Covid-19. “Karena inovasi yang paling mahal adalah inovasi yang menjadi solusi seperti GeNose C19 ini,” ucap Moeldoko di kantornya.

Meski begitu, Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro menambahkan, GeNose C19 bukan alat diagnosa. Dia menjelaskan, alat ini merupakan bagian dari penerapan program 3T (testing, tracing, treatment) yang mendeteksi senyawa pada pernafasan manusia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini