Bunker Nuklir Bekas Perang Dingin Ini Dijual Rp703 Juta, Berminat?

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 25 Januari 2021 14:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 25 612 2350380 bunker-nuklir-bekas-perang-dingin-ini-dijual-rp703-juta-berminat-OtNhsePKw9.jpg Bunker (Foto: NY Post)

Tengah mencari tempat persembunyian yang ideal dan sulit ditemukan oleh orang lain? Mungkin bunker nuklir ini bisa jadi jawaban.

Sebuah bunker nuklir sisa Perang Dingin yang berlokasi di Inggris satu ini mungkin bisa jadi alternatif. Ya, Anda tak salah membaca kok! Bunker nuklir yang dibangun pada 1961 (lalu ditinggalkan pada 1991) sisa Perang Dingin ini baru saja diumumkan dijual untuk umum.

Bunker nuklir yang dibangun di atas tanah area ladang di St.Agnes, Cornwall, Inggris tersebut, seperti dikutip NY Post, Senin (25/1/2021) dilelang oleh badan lelang Auction House Devon and Cornwall untuk umum dengan harga USD50.000 atau kurang lebih Rp703,6juta.

 bunker

“Ini adalah bekas pangkalan Royal Observation Corps, atau dikenal sebagai bunker nuklir dan berfungsi sebagai pos observasi Perang Dingin yang dibuka pada 1961 dan sudah ditinggalkan sejak 1991,” ujar Adam Cook, Direktur Auction House Devon and Cornwall.

Seperti namanya, bunker ini dibangun sebagai tempat perlindungan untuk bertahan hidup dari ledakan bom nuklir. Dilengkapi dengan perbekalan yang cukup untuk dua bulan, satu kamar penampungan juga dilengkapi dengan rangka ranjang susun karat asli dan toilet. Untuk akses masuk dan keluar, bunker dilengkapi dengan lubang palka yang bisa diangkat dan ada tangga.

Bunker nuklir sisa Perang Dingin ini adalah bagian dari pos pengamatan jaringan 1563 di seluruh Inggris yang digunakan oleh sukarelawan Royal Observation Corps. Dahulu saat Perang Dingin, orang yang bekerja di bunker ini hanya memiliki radio ham agar bisa terhubung dengan dunia luar.

“Ini adalah benda bersejarah, dilengkapi tempat tidur susun tua dan toilet kecil. Ini adalah bagian kecil dari sejarah Inggris. Kami sendiri mendapatkan banyak orang yang berminat yang mungkin ingin menggunakan bunker ini sebagai tempat persembunyian yang aman dari Covid-19,” lanjut Adam.

Selain terdapat kamar dan toilet, bunker ini juga dilengkapi dengan gadget seperti contohnya indikator ground zero yang berfungsi untuk menemukan lokasi ledakan, indikator kekuatan bom, telepon, pesawat radio, dan Geiger counter (alat yang digunakan untuk mendeteksi dan mengukur radiasi ioniasasi).

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini