Apakah Kesedihan yang Dialami Hanya Sementara atau Tanda Depresi?

Wilda Fajriah, Jurnalis · Senin 25 Januari 2021 15:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 25 612 2350456 apakah-kesedihan-yang-dialami-hanya-sementara-atau-tanda-depresi-w7QADU0wk6.jpg Merasa sedih (Foto: Pinterest)

Banyak orang bingung membedakan kesedihan dengan depresi. Meskipun kesedihan adalah bagian kecil dari depresi yang mendorong perasaan cemas, penyesalan, dan kekesalan, kesedihan, namun tidak dapat langsung dianggap sebagai depresi.

Kesedihan adalah emosi sementara yang mungkin muncul dengan sendirinya. Ini adalah perasaan yang datang dan pergi untuk saat-saat singkat, tetapi tidak meninggalkan kesuraman yang tersisa.

Di sisi lain, depresi bisa datang kapan saja, tanpa alasan apapun dan bisa berlangsung lama. Depresi juga mempengaruhi ketenangan pikiran, kesehatan fisik, dan kejiwaan.

Melansir Times of India pada Senin (25/1/2020), berikut ciri-ciri kesedihan yang sebenarnya merupakan awal dari tanda depresi.

 sedih

1. Kesedihan yang luar biasa

Kesedihan adalah kemungkinan umum yang bisa terjadi pada semua kelompok umur. Ini bersifat sementara dan dapat diatasi dengan aktivitas yang dapat membuat mereka lupa dengan rasa sedih itu.

Namun, depresi adalah sekumpulan emosi yang berlebihan, yang tidak memiliki sumber asal dan dapat memicu keadaan kebingungan dan disorientasi. Depresi juga merupakan kesedihan dan emosi negatif yang bertahan lama.

2. Kesedihan tanpa alasan

Saat rasa sedih muncul, selalu ada alasan di baliknya. Itu mengintai perlahan dan Anda tahu persis mengapa Anda merasakan emosi seperti itu.

Tetapi depresi sering muncul tak tahun apa penyebabnya. Anda dihadapkan pada ledakan emosi tiba-tiba yang tidak memiliki asal atau alasan di balik kemunculannya.

3. Anda kehilangan minat bertemu teman-teman

Dalam kesedihan, orang mencari kenyamanan pada teman dan keluarganya. Anda menangis, Anda curhat kepada mereka semua betapa sedihnya Anda.

Tetapi saat depresi, Anda malah menghindari teman-teman, keluarga, dan orang yang Anda cintai. Pikiran Anda menjadi sangat tercemar oleh emosi negatif sehingga Anda lebih memilih mengisolasi diri sendiri daripada berada di sekitar orang lain. Hal ini malah memicu peluang Anda untuk mengembangkan bentuk depresi yang lebih parah.

4. Depresi tidak hilang dengan sendirinya

Seperti diketahui, kesedihan bersifat sementara, datang dan pergi dengan kecepatannya sendiri. Tetapi ketika sampai pada depresi, itu tetap ada dan tidak hilang dengan sendirinya.

Jika seseorang yang Anda kenal menderita depresi, mereka mungkin membutuhkan bantuan Anda untuk mengatasinya. Mungkin mereka membutuhkan psikolog.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini