Suka Kerja Overtime, Ini 7 Nasihat dari Psikolog

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 25 Januari 2021 17:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 25 612 2350558 suka-kerja-overtime-ini-7-nasihat-dari-psikolog-wWbwbH1IyD.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BERAPA lama wajarnya seseorang bekerja? Para peneliti meyakini durasi ideal bekerja per hari adalah sekitar 6 jam dan akan sangat maksimal hasilnya jika dimulai di pagi hari.

Di Indonesia sendiri, aturan jam kerja diatur di Pasal 77 ayat 1 UU No.13/2003 mewajibkan setiap pengusaha untuk melaksanakan ketentuan jam kerja. Ketentuan jam kerja ini mengatur 2 sistem, yaitu 7 jam kerja dalam 1 hari atau 40 jam kerja dalam 1 minggu untuk 6 hari kerja dalam 1 minggu atau 8 jam kerja dalam 1 hari atau 40 jam kerja dalam 1 minggu untuk 5 hari kerja dalam 1 minggu.

Laman You Matter mencatat bahwa negara dengan rata-rata jam kerja tinggi juga merupakan negara dengan produktivitas terendah. Dan orang-orang yang hari kerjanya paling singkat adalah negara paling produktif. Selain itu, penelitian juga menyebutkan bahwa perusahaan yang memberlakukan jam kerja harian, karyawannya kurang produktif. Ini menjadi bukti bahwa semakin lama bekerja tidak selalu menjadi hasil yang baik.

Nah, jika Anda bekerja di perusahaan yang menerapkan jam kerja 'overtime', penting memahami bahwa ada risiko masalah mental di sana. Ya, masalah stres hingga depresi mengancam mereka yang kerja overtime.

"Jam kerja yang panjang dikaitkan dengan memburuknya kesehatan mental pekerja. Hasil ini konsisten dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Kuroda dan Yamamoto, 2016, Virtanen et al., 2011, 2012, dan 2018). Bekerja dengan jam kerja yang panjang memiliki risiko lebih tinggi untuk gangguan depresi," terang laporan penelitian yang terbit di jurnal Science Direct, Februari 2020.

stress

Untuk meminimalisir risiko depresi karena kerja 'overtime', Psikolog Klinis Meity Arianty menjelaskan bahwa ada 7 hal mendasar yang harus diketahui dan dipahami. Berikut paparannya:

Apakah Anda bisa memilih pekerjaan atau tidak?

"Ini sangat penting untuk membuat Anda bertahan atau tidak nantinya. Sebab, kalau Anda merasa enggak bisa memilih sehingga merasa 'harus' melakukan pekerjaan itu, maka mau enggak mau Anda 'harus' tetap menjalankan pekerjaan tersebut dengan kondisi suka atau tidak," jelasnya.

"Sehingga waras atau tidak Anda saat menjalankan pekerjaan, itu kembali pada Anda," tambah dia.

Apakah gaji cukup?

Salah satu hal yang bisa membuat Anda tetap waras dalam bekerja adalah gaji. Poin ini juga dapat menjadi nilai tambah untuk Anda tetap melakukan pekerjaan karena kompensasinya sepadan.

Beradaptasi dengan baik

Ini artinya mau bos Anda baik, mengerti atau enggak itu enggak bisa Anda atur, begitu juga teman-teman kantor, enggak bisa Anda atur harus sesuai dengan keinginan Anda.

"Mereka ngertiin Anda atau bisa menjadi teman atau team yang baik atau enggak, Anda enggak bisa atur. Jadi, yang bisa Anda lakukan adalah 'beradaptasi' dengan lingkungan tempat kerja. Ini sangat penting untuk Anda tetap menjaga kewarasan saat bekerja," ungkap Mei.

Atur ritme kerja secara profesional

Tuntutan pekerjaan seringkali membuat Anda kelabakan dan merasa 'terzolimi', sehingga Anda harus tahu bagaimana mengatur ritme kerja, manajemen waktu, dan tahu prioritas dalam pekerjaan. Ini penting agar Anda tetap dapat mengendalikan pekerjaan, bukan sebaliknya Anda dikendalikan pekerjaan.

Selalu menyediakan me time saat bekerja

Usahakan untuk selalu ada quality time di tengah kesibukan pekerjaan. Ya, setidaknya menyediakan waktu 10, 15, atau 20 menit untuk Anda 'beristirahat' sejenak untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan. Ini dilakukan untuk me-recharge tubuh dan pikiran Anda.

"Ingat, bukan hanya ponsel yang di-charge, tapi diri Anda juga sangat perlu karena itu yang membuat Anda tetap waras dalam bekerja. Harus ada waktu buat diri sendiri, ya," saran Mei.

stres

Ciptakan kenyamanan versi Anda

Ini kerap diabaikan bahwa Anda harus menciptakan kenyamanan versi Anda sendiri dalam bekerja. Jadi, cari tahu apa yang membuat Anda nyaman dalam bekerja. Ingat, untk selalu mencari alasan agar Anda nyaman dalam bekerja, salah satunya adalah mensyukuri pekerjaan Anda.

Yakinlah, masalah akan selalu ada

Anda harus percaya bahwa dimana pun Anda bekerja, persoalan atau masalah akan selalu ada. Mungkin masalahnya akan beda-beda, tapi akan tetap ada, sehingga sangat penting untuk Anda tetap 'sadar' bahwa bekerja itu adalah bagaimana Anda membawa diri dlm suatu sistem, bisa dalam pekerjaan itu sendiri, beradaptasi dengan bos atau teman kerja, pun lingkungan.

"Jangan berharap sesuai dengan keinginan Anda karena Anda akan kecewa jika tidak sesuai, sehingga beradaptasilah dalam keadaan apapun," tambah Mei.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini