5 Makanan Sehat Supaya Anak Makin Pintar dan Berprestasi

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 27 Januari 2021 03:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 26 298 2351318 5-makanan-sehat-supaya-anak-makin-pintar-dan-berprestasi-azlSofUw8x.jpg Ilustrasi makanan sehat untuk anak. (Foto: Senivpetro/Freepik)

MAKANAN sehat menjadi salah satu faktor penting dalam tumbuh kembang anak. Orangtua pun harus selalu memerhatikannya. Hal ini terutama bagi anak yang masih berusia dini atau baru memasuki masa MPASI (makanan pendamping air susu ibu).

Salah satu hal terpenting yang harus diperhatikan orangtua adalah memilih asupan bernutrisi untuk membantu perkembangan otak anak.

Baca juga: Petumbuhan Jutaan Anak Terhambat Akibat Kekurangan Zat Besi 

Berikut ini Okezone berikan lima rekomendasi makanan sehat supaya bisa membantu anak makin pintar dan berprestasi, sebagaimana dikutip dari Mashed, Rabu (27/1/2021).

1. Telur

Saat mengandung, asupan nutrisi seperti kolin sangat dianjurkan karena dapat mencegah bayi lahir prematur seperti cacat tulang belakang. Tetapi, manfaat nutrisi yang terdapat pada telur ternyata tidak hanya berlangsung pada masa kehamilan.

Ahli gizi Jill Castle mengatakan, meski seorang ibu telah memberikan ASI eksklusif kepada anak-anaknya, kolin harus tetap menjadi nutrisi prioritas untuk kelanjutan perkembangan otak bayi, sehingga bisa berfungsi secara optimal.

"Kolin tidak hanya membantu proses pengembangan otak dan menyimpan ingatan, tetapi juga membantu memproduksi asetilkolin yakni neurotransmitter yang meneruskan sinyal ke otak dan berkaitan dengan peningkatan suasana hati, kontrol otot, dan masih banyak lagi," tutur Jill Castle.

Telur bayam. (Foto: Freepik)

2. Almond butter

Zat besi dan seng merupakan nutrisi paling penting tidak hanya bagi ibu menyusui, tetapi juga untuk buah hatinya. Jika anak kekurangan nutrisi tersebut, tumbuh kembangnya dikhawatirkan akan terhambat.

Mengingat tubuh tidak memiliki sistem penyimpanan zat besi khusus, maka makanan memberikan peran penting dalam memastikan kebutuhan nutrisi pada bayi terpenuhi. Untungnya ada berbagai macam makanan ramah bayi yang mengandung seng dan zat besi yang tinggi. Salah satunya adalah almond butter yang juga merupakan sumber lemak dan protein sehat.

Bahkan, menurut sebuah penelitian, memperkenalkan produk kacang lebih awal (setelah bayi berusia empat hingga enam bulan) secara dramatis dapat mengurangi kemungkinan bayi terkena alergi nantinya.

Baca juga: 4 Cara Ampuh Tenangkan Anak yang Menangis Minta Gadget 

3. Alpukat

Bunda, kini Anda punya alasan lain untuk menyimpan banyak alpukat di rumah. Buah bertekstur lembut ini ternyata juga memberikan banyak manfaat bagi tumbuh kembang anak. Alpukat diklaim menjadi sumber lemak tak jenuh tunggal yang baik, dan dianggap sebagai salah satu "lemak bermanfaat". Anak-anak membutuhkan lemak sehat ini untuk membantu otak dan sistem saraf mereka berkembang secara normal.

Jill Castle mengatakan hampir setengah dari kalori harian bayi harus berasal dari lemak. "Kita selalu fokus memberikan buah dan sayuran kepada bayi, tapi kita lupa bahwa mereka juga membutuhkan lemak," ungkap Jill saat diwawancara oleh News and World Report.

Alpukat. (Foto: Lifehack)

4. Susu dan yogurt

Ketika berbicara soal fungsi otak, vitamin B merupakan salah satu vitamin yang harus dipenuhi. Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh National Library of Medicine AS (2016), manfaat vitamin B mencakup produksi ernegi, sintesis dan perbaikan DNA/RNA, metilasi genomik dan non-genomik, serta sintesis kedua neurokimiawi dan pensinyalan molekul.

Institutes of Health's Office of Dietary Suplements juga menggarisbawahi bahwa vitamin B12 khususnya, diperlukan untuk fungsi neurologi yang tepat. Cara paling mudah untuk memberikan bayi Anda asupan vitamin B adalah dengan memberi produk yang mudah diakses, seperti susu atau yogurt yunani tanpa rasa yang mengandung 1,3 mcg vitamin B12.

Baca juga: Waduh! Di Rumah Saja Tingkatkan Kasus Mata Minus pada Anak 

5. Salmon

Vitamin D tidak hanya baik untuk anak berusia remaja. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengungkapkan bahwa anak-anak membutuhkan nutrisi ini dimulai setelah mereka lahir untuk mendukung tumbuh kembang yang normal. Salmon menempati urutan teratas dalam daftar makanan kaya vitamin D yang direkomendasikan CDC.

Pertanyaannya sekarang, apa yang membuat salmon dinilai baik untuk pertumbuhan otak? Pada 2014, Scienceline menjelaskan bahwa 60 persen otak terdiri dari asam lemak. Asam lemak diperlukan untuk menjaga struktur dan meningkatkan fungsi otak. Ada banyak jenis makanan yang mengandung asam lemak itu, salah satunya salmon. Secara khusus salmon dikemas dengan DHA atau asam docosahexaenic atau asam lemak omega-3 yang membentuk lebih dari dua pertiga asam lemak di otak.

Mengingat tubuh tidak dapat memproduksi DHA sendiri, maka diperlukan diet sehat untuk memenuhinya. Salmon bisa jadi pilihan yang tepat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini