Negara Ini Kewalahan Atasi Covid-19

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 26 Januari 2021 14:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 26 481 2351076 negara-ini-kewalahan-atasi-covid-19-TLm2tTRz64.jpg Pandemi Covid-19 (Pixabay)

Brasil terpuruk akibat Covid-19. Kondisi tersebut bahkan digambarkan sebagai 'wabah abad pertengahan' karena stok oksigen krisis dan varian baru Covid-19 meluas di masyarakat.

Dengan populasi lebih dari 211 juta orang, mereka mengalami krisis oksigen dan paparan varian baru Covid-19 yang terus menyebar. Vaksinasi yang dianggap sebagai jawaban atas masalah rupanya tak melegakan masyarakat. Akibatnya Brasil kewalahan.

Menurut laporan Sky News, terungkap bahwa Pemerintah Brasil hanya memiliki enam juta dosis. Angka yang sangat jauh dibandingkan dengan jumlah populasi warganya.

korban Covid-19 

Penanganan Covid-19 di Brasil dinilai kacau balau hingga akhirnya menewaskan banyak korban jiwa. Sebanyak 217 ribu orang meninggal dunia per 24 Januari 2021.

Keadaan semakin buruk dilihat dari kondisi Brasil yang mengangkut stok oksigen dari Venezuela yang mana itu adalah negara bangkrut dan dinilai sebagai salah satu negara dengan layanan kesehatan paling tidak berfungsi di dunia.

Seperti banyak negara di seluruh dunia, Pemerintah Brasil kini tunduk pada hal yang tampaknya tak terhindarkan dan meminta bantuan militernya. Di Manaus misalnya, tentara harus mengumpulkan orang yang sakit parah dan mengevakuasi mereka ke bagian lain negara itu. Parahnya, bagian lain yang dipilih tak lebih baik.

Lebih lanjut, cerita dari balik rumah sakit pun tak kalah kacau. Kepala kesehatan salah satu rumah sakit di Coari, Francisnalva Mendes menerangkan, setiap paginya ada 7 orang meninggal dunia karena sesak napas akibat Covid-19 di tempatnya bekerja.

"Ini adalah salah satu hari tersulit dalam pengalaman saya bekerja. Saya merasa sangat tidak berfungsi," curhatnya pada The Guardian. Apalagi tabung oksigen di rumah sakit tempatnya bekerja habis.

Namun, di sisi lain Mendes memiliki tanggung jawab untuk melawan pandemi ini demi menyelamatkan banyak orang. "Kita harus terus berperang supaya banyak nyawa terselamatkan," katanya.

Sementara itu, Pasien Covid-19 jenis baru membanjiri rumah sakit di negara bagian Amazonas Brasil tersebut.

"Ini adalah situasi yang sangat kacau. Kami kelelahan karena jumlah pasien yang datang setiap harinya terus bertambah," kata Marcus Lacerda, spesialis penyakit menular di salah satu rumah sakit di Manaus.

Parahnya, sambung dia, rumah sakit swasta menolak pasien Covid-19 karena mereka takut akan membahayakan pasien penyakit lain dan ketersediaan oksigen habis akibat pasien Covid-19.

Manaus mencatat ada 200 orang meninggal dunia setiap harinya akibat Covid-19. Jumlah tersebut jauh berbanding dengan kasus Covid-19 di awal kejadian yaitu sekitar 40 orang per hari.

"Tidak pernah ada kejadian seperti ini sebelumnya. Saya tidak pernah membayangkan akan ada gelombang infeksi sebesar yang kita lihat sekarang di Manaus," ungkap Lacerda, salah seorang ahli infektologi terkemuka di Manaus.

Ia sangat khawatir varian baru Covid-19 yang menyebar luas di sana akan terus menelan korban.

Reuters ikut melaporkan kondisi Brasil yang sangat menyedihkan. Media asing tersebut menceritakan kisah pasien Covid-19, Osmar Magalhães yang harus dirawat di rumah karena tak ada lagi kasur di rumah sakit Manaus. Bahkan, keluarga harus menyediakan tabung oksigen dan terapis di rumah.

"Syukurlah saya lebih baik. Saya mulai merasa lebih sehat setelah saya pulang dan mendapat perawatan di rumah," kata Osman.

Karoline, putri Osman, menceritakan bahwa ayahnya ditolak rumah sakit karena ruang ICU tak ada yang kosong. "RS tak bisa menerimanya karena ruang ICU penuh, bahkan banyak pasien sampai di rawat di koridor rumah sakit. Parahnya, antarpasien harus berbagi oksigen karena benda tersebut menjadi barang langka sekarang," ceritanya.

Ibu Karoline yang juga terpapar Covid-19 hingga saat ini tak diketahui kabarnya. Kondisi buruk tersebut harus dia terima karena krisis rumah sakit membuat dokter kewalahan dan akhirnya tak bisa memberi informasi tentang pasien ke keluarga.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini