Negara Ini Kewalahan Atasi Covid-19

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 26 Januari 2021 14:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 26 481 2351076 negara-ini-kewalahan-atasi-covid-19-TLm2tTRz64.jpg Pandemi Covid-19 (Pixabay)

Sementara itu, Pasien Covid-19 jenis baru membanjiri rumah sakit di negara bagian Amazonas Brasil tersebut.

"Ini adalah situasi yang sangat kacau. Kami kelelahan karena jumlah pasien yang datang setiap harinya terus bertambah," kata Marcus Lacerda, spesialis penyakit menular di salah satu rumah sakit di Manaus.

Parahnya, sambung dia, rumah sakit swasta menolak pasien Covid-19 karena mereka takut akan membahayakan pasien penyakit lain dan ketersediaan oksigen habis akibat pasien Covid-19.

Manaus mencatat ada 200 orang meninggal dunia setiap harinya akibat Covid-19. Jumlah tersebut jauh berbanding dengan kasus Covid-19 di awal kejadian yaitu sekitar 40 orang per hari.

"Tidak pernah ada kejadian seperti ini sebelumnya. Saya tidak pernah membayangkan akan ada gelombang infeksi sebesar yang kita lihat sekarang di Manaus," ungkap Lacerda, salah seorang ahli infektologi terkemuka di Manaus.

Ia sangat khawatir varian baru Covid-19 yang menyebar luas di sana akan terus menelan korban.

Reuters ikut melaporkan kondisi Brasil yang sangat menyedihkan. Media asing tersebut menceritakan kisah pasien Covid-19, Osmar Magalhães yang harus dirawat di rumah karena tak ada lagi kasur di rumah sakit Manaus. Bahkan, keluarga harus menyediakan tabung oksigen dan terapis di rumah.

"Syukurlah saya lebih baik. Saya mulai merasa lebih sehat setelah saya pulang dan mendapat perawatan di rumah," kata Osman.

Karoline, putri Osman, menceritakan bahwa ayahnya ditolak rumah sakit karena ruang ICU tak ada yang kosong. "RS tak bisa menerimanya karena ruang ICU penuh, bahkan banyak pasien sampai di rawat di koridor rumah sakit. Parahnya, antarpasien harus berbagi oksigen karena benda tersebut menjadi barang langka sekarang," ceritanya.

Ibu Karoline yang juga terpapar Covid-19 hingga saat ini tak diketahui kabarnya. Kondisi buruk tersebut harus dia terima karena krisis rumah sakit membuat dokter kewalahan dan akhirnya tak bisa memberi informasi tentang pasien ke keluarga.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini