Satgas Covid-19 Izinkan Penggunaan GeNose bagi Penumpang Kereta Api Jarak Jauh

Wilda Fajriah, Jurnalis · Selasa 26 Januari 2021 15:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 26 481 2351094 satgas-covid-19-izinkan-penggunaan-genose-bagi-penumpang-kereta-api-jarak-jauh-C8c1xWgmmj.jpg Naik kereta api (Foto: Okezone)

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 kembali menerbitkan Surat Edaran baru terkait perpanjangan ketentuan perjalanan orang dalam negeri. Dimana dalam SE Nomor 5 Tahun 2021, disebutkan penggunaan GeNose test sudah diizinkan oleh Satgas Covid-19 khususnya untuk penumpang kereta api jarak jauh.

Aturan penggunaan GeNose dituangkan dalam protokol nomor 3 huruf c yang mengatur protokol perjalanan dari dan ke Pulau Jawa serta di dalam Pulau Jawa (antar provinsi/kabupaten/kota).

 GeNose

“Surat edaran di atas berlaku efektif mulai hari ini, 26 Januari 2021 sampai dengan tanggal 8 Februari 2021 dan akan dievaluasi lebih lanjut sesuai kebutuhan,” bunyi aturan yang ditandatangani Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo tertanggal 26 Januari 2021.

“Khusus untuk perjalanan dengan menggunakan kereta api di luar kawasan satu aglomerasi, selain menggunakan RT-PCR dan rapid test antigen atau GeNose test,” bunyi SE tersebut dalam poin nomor 3 huruf c angka IV SE Nomor 5 Tahun 2021, dikutip MNC Portal Indonesia, Selasa (26/1/2021).

Sementara itu, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Vito Anggarino Damay, Sp.JP pun mengapresiasi terhadap karya anak bangsa akan GeNose sebagai alat guna mendeteksi cepat Covid-19 pada tubuh.

"Saya mendukung penggunaan alat ini dan kebanggan bagi kita semua bangsa Indonesia. Tapi secara teori harusnya setidaknya efektifitasnya bisa dibandingkan karena kalau dari hembusan nafas saja sudah terdeteksi ada virus maka apalagi secara antigen pasti ada juga," tutur Dokter Vito saat dihubungi pada Selasa (26/12/2020).

Karena jika dibandingkan dengan rapid antibodi, bisa saja antibodi belum terbentuk saat itu, sehingga rapid tes serologi antibodi belum reaktif (yang dulu di awal sempat sangat sering dipakai).

Rapid antibodi, lanjut Dokter Vito, jelas penggunaannya bukan untuk deteksi cepat atau skrining, karena pasien dapat terinfeksi dan menularkan sebelum terdeteksi antibodi reaktif pada pemeriksaan.

Saat ini, rapid antibodi pun sudah jarang digunakan untuk syarat perjalanan. Karena pemerintah lebih mengacu pada swab PCR dan juga rapid antigen. Disusul, penggunaan GeNose yang sudah diperbolehkan untuk perjalanan kereta api jarak jauh.

"Tapi memang patut dicermati mengenai perbandingan sensitivitas dan spesifikasinya apakah lebih efektif dibandingkan swab antigen saat ini? Nah itu perlu penelitian. Jelas apalagi untuk PCR swab yg saat ini merupakan gold standard diagnostik belum bisa digantikan oleh GeNose," jelasnya.

Dokter Vito pun masih menunggu penelitian mengenai apakah GeNose bisa menggantikan tes Covid-19 yang sudah ada sebelumnya seperti Swab Antigen sebagai screening cepat deteksi adanya virus corona.

"Jadi sekarang pertanyaannya apakah GeNose bisa menggantikan Swab Antigen sebagai skrining cepat, kita tunggu penelitian lebih lanjut. Jelas semua butuh waktu dan semua usaha patut kita apresiasi," tukasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini