Terlalu Banyak Konsumsi Daging Merah Bakar Picu Kanker Kolorektal

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 26 Januari 2021 15:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 26 481 2351103 terlalu-banyak-konsumsi-daging-merah-bakar-picu-kanker-kolorektal-P6d8btPvgM.jpg Daging merah bakar (Foto: Serious Eats)

Kanker kolorektal (KKR) atau dikenal sebagai kanker usus besar, menjadi salah satu penyakit yang cukup sering dialami masyarakat Indonesia. Kanker kolorektal adalah keganasan yang berasal dari jaringan usus besar terdiri dari dan/atau rektum.

Sekira 70 persen faktor penyebab kanker kolorektal dipengaruhi oleh faktor lingkungan termasuk kebiasaan makan, aktivitas fisik, merokok dan konsumsi alkohol. Sementara sekira 25 persen kasus KKR memiliki kecenderungan genetik, dan 5 persen karena faktor keturunan.

Konsultan Hematologi Onkologi Medik FKUI-RSCM, Dr. dr. Ikhwan Rinaldi, Sp.PD-KHOM, M.Epid, FINASIM, FACP, mengatakan, faktor asupan makanan yang dikonsumsi menjadi salah satu pencetus terbesar terjadinya kanker kolorektal.

 daging bakar

“Konsumsi daging merah yang dibakar atau dimasak dengan suhu tinggi bisa menjadi pencetus. Sebab bisa jadi yang kemakan itu justru bukan dagingnya tapi karsinogen,” ujar dr. dr. Ikhwan, dalam virtual media briefing ‘Apa dan bagaimana personalised medicine dalam kanker kolorektal’, Selasa (26/1/2021).

Oleh sebab itu dr. Ikhwan mengimbau masyarakat dapat mengonsumsi makanan secara seimbang. Artinya harus menyesuaikan porsi dengan aneka buah dan sayur-sayuran agar terhindar dari risiko kanker kolorektal .

“Mengonsumsi makanan daging merah juga harus dibatasi, tidak boleh banyak. Misal hanya daging saja, itu tidak boleh. Harus ada sayurannya,” lanjutnya.

Dokter Ikhwan menambahkan bahwa tidak ada kata terlambat bagi masyarakat yang ingin mengubah pola makannya menjadi lebih baik. Sebab butuh waktu hingga puluhan tahun bagi tubuh untuk mengembangkan kanker kolorektal .

“Tapi tak menutup kemungkinan saat ini banyak generasi muda yang sudah terkena kanker kolorektal. Diduga karena sendetary lifestyle yang banyak dilakukan generasi muda saat ini,” tuntasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini