Kasus Covid-19 Meningkat, Jepang Gencar Tracing Kelompok Berisiko

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 26 Januari 2021 20:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 26 481 2351293 kasus-covid-19-meningkat-jepang-gencar-tracing-kelompok-berisiko-13oDyCvfim.jpg Ilustrasi pencegahan wabah covid-19. (Foto: Fernandozhiminaicela/Pixabay)

DUNIA sedang berjuang mengentaskan wabah covid-19 yang telah melanda selama 1 tahun. Sejumlah upaya sudah dilakukan, termasuk memproduksi vaksin yang dinilai ampuh menekan risiko penularan dan angka kematian.

Namun, hal tersebut masih belum cukup untuk menimbulkan rasa aman di tengah masyarakat. Terlebih setelah munculnya varian baru covid-19 yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan.

Baca juga: Banyak Pasien Covid-19 Sebut Makanan Terasa seperti Kertas 

Ini memicu berbagai negara merevisi kebijakan penanganan covid-19 yang telah dikeluarkan sebelumnya. Seperti yang dilakukan Pemerintah Jepang merivisi strategi pelacakan terhadap individu yang memiliki riwayat kontak dengan pasien terinfeksi.

Ilustrasi covid-19. (Foto: Okezone)

Mengutip dari Reuters, Selasa (26/1/2021), saat ini Pemerintah Jepang memprioritaskan tracing atau pelacakan pada individu berisiko tertinggi tertular virus corona. Kebijakan itu telah disebarluaskan ke sejumlah prefektur, termasuk di Tokyo.

Baca juga: Waspada! Mutasi Covid-19 Varian Inggris Ditemukan di Filipina 

"Mengenai investigasi epidemiologi, setiap pusat kesehatan masyarakat kini akan fokus menemukan tempat dan kelompok yang berisi orang-orang dengan risiko lebih tinggi (lansia)," tulis surat resmi Pemerintah Kota Tokyo tertanggal 22 Januari 2021.

Perubahan tersebut terjadi setelah gelombang ketiga pandemi covid-19 menghantam Jepang. Akibatnya, ketersediaan kasur dan ruangan rumah sakit dilaporkan makin sedikit.

Fumie Sakamoto, manajer pengendalian infeksi di RS Internasional St Luke Tokyo, mengatakan bahwa pengurangan tracing kontak yang dilakukan Pemerintah Jepang memang sangat disayangkan. Namun tindakan ini perlu dilakukan mengingat pusat kesehatan Jepang tengah bersiap melakukan proses vaksinasi covid-19 pada Februari mendatang.

"Ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan sekarang, namun kami kekurangan tenaga kerja," ujarnya.

Baca juga: Satgas Covid-19 Izinkan Penggunaan GeNose bagi Penumpang Kereta Api Jarak Jauh 

Meski kebijakan ini dinilai cukup sukses, Fumie dan ahli kesehatan lainnya telah mengingatkan Pemerintah Jepang bahwa strategi ini lambat laun akan membatasi penemuan kasus terbaru. Padahal, angka kasus positif covid-19 terus meningkat secara nasional.

Menanggapi hal tersebut, Naomi Seki pejabat di Biro Kesehatan Pemerintah Metropolitan Tokyo mengatakan bahwa kebijakan itu justru akan membantu petugas kesehatan masyarakat mengatasi peningkatan jumlah kasus positif covid-19. Seperti diketahui, angka kasus positif covid-19 di Jepang meningkat menjadi 1.026 per hari.

Baca juga: Kepala Puskesmas Bone Histeris Divaksin Covid-19, Kenapa Orang Dewasa Takut Jarum Suntik? 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini