Kasus Covid-19 Melonjak, Menkes Instruksikan Rumah Sakit Tambah Tempat Tidur

Wilda Fajriah, Jurnalis · Rabu 27 Januari 2021 16:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 27 481 2351830 kasus-covid-19-melonjak-menkes-instruksikan-rumah-sakit-tambah-tempat-tidur-jvdFWavx5h.jpg Pandemi Covid-19 (Foto: Consumer Reports)

Peningkatan kasus positif Covid-19 masih terus melonjak. Hingga saat ini, terdapat 1.012.350 orang yang terpapar virus corona asal Wuhan, China tersebut.

Terlebih, liburan panjang juga menyumbang pertambahan kasus yang signifikan. Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Abdul Kadir mengatakan, pada libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) lalu, baseline BOR sudah pada posisi 70-75 persen.

"Karena baseline BOR kita itu sudah pada posisi 70-75 persen. Sehingga dengan kenaikan 20 persen kasus, maka ini kita tentunya berada pada titik kritis,” ungkap Kadir dalam update Peningkatan Kapasitas Rumah Sakit Tangani Pasien Covid-19 secara virtual, Rabu (27/1/2021).

 rumah sakit

Hal tersebut mengakibatkan kurangnya kapasitas tempat tidur dan ruang rawat isolasi Covid-19. Kadir pun membandingkan libur panjang pada Juli dan September 2020 lalu dimana kenaikan kasus masih bisa diimbangi dengan kapasitas tempat tidur di RS rujukan Covid-19 yang masih di kisaran angka 50-55%.

“Pada libur panjang Juli dan September belum ada masalah karena jumlah kenaikan kasus masih bisa diimbangi oleh jumlah tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19. Karena pada saat itu BOR kita pada posisi 50-55 persen,” kata Kadir.

Menanggapi hal tersebut, Kemenkes pun memberikan instruksi agar rumah sakit melakukan penambahan tempat tidur setidaknya sebanyak 40 persen untuk ruang isolasi Covid-19 yang diikuti dengan penambahan ICU sebanyak 20 persen.

"Untuk wilayah zona merah, Menkes telah memberikan instruksi untuk melakukan penambahan tempat tidur sebanyak 40 persen untuk isolasi, dan 20% persen untuk ICU," ujar Kadir.

Sedangkan untuk zona kuning, pihak rumah sakit diimbau untuk melakukan konversi tempat tidur sebanyak 30 persen. Sedangkan zona hijau, juga bisa melakukan konversi tempat tidur sebanyak 10 persen.

Meski bukan berada di zona merah, kota-kota yang menjadi zona hijau dan zona kuning juga tetap diimbau untuk meningkatkan kapasitas tempat tidurnya guna menjaga diri dari lonjakan yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Di sisi lain, Kadir juga berpesan bahwa meningkatkan fasilitas kesehatan bukanlah satu-satunya jalan untuk melawan Covid-19. Covid-19 tidak akan bisa diberantas jika yang bekerja hanya pemerintah atau para dokter saja, melainkan juga harus ada peran aktif dari masyarakat dalam melakukan protokol kesehatan.

"Kita mengharapkan kolaborasi semua pihak, terutama masyarakat karena mereka adalah garda terdepan. Peningkatan disiplin itu harus dilakukan dari tingkatan yang paling rendah seperti RT dan RW yang bisa mengimbau warganya masing-masing untuk menerapkan 3M (Menjaga jarak, Mencuci tangan, Memakai masker)," pungkas Kadir.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini