Sekolah Online, Guru Perlu Lebih Banyak Interaksi agar Murid Tak Bosan

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Rabu 27 Januari 2021 19:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 27 612 2351915 sekolah-online-guru-perlu-lebih-banyak-interaksi-agar-murid-tak-bosan-8lViqafotL.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

TANTANGAN pendidikan terus dihadapi para guru dan siswa di masa pandemi Covid-19. Seseorang masih harus berada di rumah, baik itu Work From Home (WFH) ataupun belajar online di rumah.

Bukan hal mudah untuk menghadapi tantangan ini, apalagi bagi para guru atau siswa yang tinggal di daerah prasejahtera dan 3T (terluar, terdepan, tertinggal). Mereka harus beradaptasi menghadapi kebiasaan baru serta seringkali mengalami kesulitan dalam menimba ilmu.

Misalnya saja Bunga, siswa di Semarang yang harus menghabiskan waktu untuk belajar online setiap hari. Bunga menerangkan, selama belajar online, dia jarang didampingi orangtuanya.

Kedua orangtua Bunga sibuk bekerja. Padahal, dia seringkali bingung dengan pelajaran atau tugas yang diberikan guru.

"Kulo bingung Pak, jeleh rasane (saya bingung Pak, bosan rasanya). Mbok Bapak maduli guru kulo (bapak tolong bilang ke guru saya), menehi tugas ampun mbludak-mbludak (beri tugasnya jangan banyak-banyak)," keluh Bunga.

Sama halnya pula dengan guru, kerap merasa kesulitan mengajari murid-muridnya saat belajar daring. Guru Bahasa Arab Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Husainiyah, Sukabumi, Jawa Barat, Ummu Kultsum mengatakan, ia tak memungkiri jika murid-muridnya sering merasa bosan karena harus belajar melalui virtual terus menerus.

"Namanya pembelajaran daring, yah pasti membosankan, apalagi daring. Pembelajaran jarak jauh yang terkadang guru itu hanya memberikan tugas saja," ungkap dia.

 Guru

Namun Ummu tidak patah semangat, agar murid-muridnya merasa senang saat belajar melalui virtual. Ia kadang membebaskan dan tak memaksakan untuk belajar terus menerus.

"Karena kalau dipaksa juga kan enggak baik. Aku berusaha ngasih tugas di batas kewajaran, enggak memaksakan," terangnya.

Sementara itu, diungkapkan Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Astra-Michael D Ruslim (YPA-MDR) YPA-MDR Herawati Prasetyo, sekolah-sekolah di Indonesia memang perlu beradaptasi pada masa pandemi Covid- 19. Namun pada era new normal ini tidak mengurangi semangat dan motivasi sekolah di mana saja berada.

"Buktinya banyak para guru, siswa dan sekolah binaan meraih prestasi yang membanggakan," ucap dia, lewat keterangan resminya.

Sejauh ini, ada kurang lebih 106 sekolah yang tersebar di 16 kabupaten yang berada di Provinsi Lampung, Banten, Jawa Barat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini