India Kembangkan Vaksin Covid-19 Melalui Semprot Hidung

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 28 Januari 2021 10:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 28 481 2352189 india-kembangkan-vaksin-covid-19-melalui-semprot-hidung-FYxmXoF16L.jpg Ilustrasi vaksin covid-19 melalui semprot hidung. (Foto: Times of India)

INDIA mulai mengembangkan vaksin covid-19 melalui semprot hidung, bukan suntikan. Perusahaan Bharat Biotech coba membuat produk bernama BBV154 dan uji klinis fase pertama akan dilakukan.

Saat ini vaksin covid-19 secara keseluruhan adalah cairan yang disuntikkan ke otot (intramuskular) atau jaringan di antara kulit dan otot (subkutan). Sementara vaksin covid-19 semprot hidung atau intranasal merupakan larutan yang disemprotkan ke dalam hidung dan dihirup.

Baca juga: Epidemiolog Sebut Vaksin Covid-19 Bukan Solusi Tunggal Atasi Pandemi 

Lalu, apa manfaat vaksin semprot hidung ini di masa pandemi covid-19?

Menurut catatan Indian Express, vaksin semacam ini tidak hanya bertujuan mengatasi hambatan pengiriman dan pemberian saat pendistribusian vaksin suntik, tapi vaksin jenis ini juga memanfaatkan satu set sel kekebalan tambahan yang ditemukan di jaringan yang melapisi hidung, mulut, dan paru-paru.

"Vaksin intranasal mengurangi kebutuhan akan jarum suntik dan komponen lain seperti swab alkohol, karena tidak ada penyuntikan," menurut laporan Bharat Biotech.

Baca juga: Hadapi Krisis Kesehatan dan Ekonomi, Jokowi: Sangat Sulit dan Tidak Mudah 

Mereka juga menjelaskan bahwa vaksin bernama BBV154 ini bersifat non-invasif, minim risiko cedera dan infeksi jarum suntik karena tidak memerlukan petugas kesehatan terlatih untuk memvaksin.

Kemudian penggunaan vaksinya ialah dosis tunggal sehingga lebih mudah bagi mereka yang menerima vaksin untuk tidak menjadwalkan kunjungan kedua (penyuntikkan booster), seperti pada kebanyakan kasus vaksin covid-19 yang ada sekarang.

Apakah terdapat kendala dalam pembuatan vaksin covid-19 semprot hidung ini?

Menurut Bharat Biotech, upaya sebelumnya untuk mengembangkan vaksin intranasal pada vaksin flu campak tidak pernah berhasil. Vaksin seperti ini biasanya menggunakan virus hidup yang dilemahkan, tapi tak pernah lulus uji klinis.

Baca juga: Menkes Kedatangan Dubes Rusia, Indonesia Pesan Vaksin Covid-19? 

Ilustrasi vaksin covid-19 melalui semprot hidung. (Foto: Shutterstock)

Namun pada vaksin covid-19 BBV154 menggunakan "rute" baru yang sama dengan pengembangan respons imun Covishield Serum Institute of India untuk vaksin vektor adenovirus simpanse.

Meskipun perusahaan menyatakan bahwa penelitian pada hewan menunjukkan hasil yang menjanjikan pada BBV154, perlu dilakukan kajian lebih lanjut untuk melihat seberapa aman dan efektif vaksin ini jika diuji pada manusia.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Mulai Disuntikkan, WHO Tetap Ingatkan Pentingnya Pakai Masker 

Beberapa ahli mengatakan, dikarenakan vaksin semacam ini dilakukan melalui hidung, maka jumlah yang diberikan dalam sekali semprot harus lebih kecil daripada jumlah vaksin suntikan.

Bagaiman dengan rencana uji coba tahap awal?

Pihak perusahaan menjelaskan bahwa pada 18 Januari 2021, Komite Ahli Subjek (SEC) di bawah regulatir obat India melihat data pengujian hewan Bharat Biotech serta protokolnya untuk melakukan uji klinis fase 1/2 dari BBV154 tersebut.

Setelah pertimbangan rinci, SEC merekomendasikan bahwa perusahaan harus melakukan uji klinis fase 1 menggunakan 75 sukarelawan dan menyerahkan data keamanan dan imunogenisitas untuk pertimbangan komite sebelum melakukan uji klinis tahap 2. "Perusahaan harus mengubah protokolnya," jelas SEC.

Baca juga: Tak Semua Orang Boleh Divaksin Covid-19, Ini 14 Kriterianya 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini