Penanganan HIV/AIDS Lewat Konsultasi Online Kurangi Risiko ODHA Terinfeksi Covid-19

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 28 Januari 2021 15:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 28 481 2352442 penanganan-hiv-aids-lewat-konsultasi-online-kurangi-risiko-odha-terinfeksi-covid-19-ByZhSp3o0Z.jpg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

Pemerintah Indoneaia khususnya melalui Kementerian Kesehatan RI, berkomitmen dalam pengendalian Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Hal ini karena mereka sangat rentan dengan Covid-19. Serta kini dapat berkonsultasi secara telekonsultasi.

"Penegakan diagnosa kemandirian pengobatan dan kemampuan monitoring hasil pengobatan adalah grand design utama dalam pengendalian infeksi HIV/AIDS, dalam situasi pandemi covid yang sejak dimulai bulan Maret 2020," ujar Kasubdit HIV/AIDS dan Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Nurjannah, SKM., M.Kes dalam konferensi pers virtual Pemanfaatan Teknologi Telemedis untuk Menjangkau Pasien HIV/ AIDS di Masa Pandemi Covid-19, Kamis (28/1/21).

Telemedis

Ia melanjutkan, program nasional di bidang kesehatan ini, memberikan tantangan atau sebuah peluang untuk lebih mengoptimalkan ketersediaan layanan pengobatan HIV/AIDS. Baik ketersediaan sumber daya manusia sarana dan prasarana.

Selain itu, berbagai upaya dan aktivitas diterapkan dan dilakukan modifikasi untuk tetap menjaga kesinambungan program pengendalian infeksi HIV tanpa meninggalkan kaidah-kaidah yang wajib dipatuhi.

Baca Juga : Layanan HIV-AIDS (ARV-PDP) saat Pandemi Covid-19

Kaidah yang dimaksud yaitu, bagaimana penerapan standar kewaspadaan di dalam pelayanan prioritas pasien dengan gejala batuk demam dan gejala flu lainnya.

"Karena kita tahu teman-teman orang dengan gejala itu merupakan salah satu kelompok yang paling rentan untuk tertular (Covid-19).

Sementara itu, Project Manager Health Governance Initiative Cluster UNDP Indonesia, Arry Lesmana Putra mengatakan, penangan kasus orang terinfeksi HIV AIDS saat ini akan lebih mudah, dan update. Serta masyarakat bisa melakukan telekonsultasi atau konsultasi online.

"Jadi lebih mudah diakses gratis, seperti apa atau kemudian ada pendekatan-pendekatan yang lebih baik. Sehingga populasi yang berisiko kemudian juga orang dengan HIV AIDS ini bisa lebih mudah untuk mengakses layanan telemedicine," terangnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini